Ads


» » » Menkes: Kenaikan Iuran BPJS Mungkin Tahun Depan

Jakarta,BeritaRayaOnline,- Men­teri Kesehatan (Menkes) Nila FA Moeloek belum da­pat memastikan iuran Ba­dan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan naik pada 2015. Ka­rena pihaknya hingga kini masih melakukan analisa dan penghitungan ulang.

”Belum ada keputusan naik atau tidak terkait iuran BPJS Kesehatan. Kita lihat satu tahun ini dululah,” kata Menkes di Banjar­ma­sin, Kalimantan Selatan, Senin (6/4/2015).

Nila menjelaskan, selama ini sekitar 30 persen dari dana BPJS Kesehatan tersedot untuk pembiayaan pe­nyakit yang terkait gaya hidup seperti kanker, jantung dan stroke dan lainnya.

Untuk itu, lanjut Nila, pi­haknya akan lebih gencar memberikan pelayanan pri­ma, selain menitikberatkan pada tindakan promotif preventif. Dengan demikian, pada 10 tahun mendatang, penderita penyakit yang ber­hubungan dengan gaya hi­dup itu semakin berkurang.

”Jadi BPJS Kesehatan tak hanya memprogramkan untuk pengobatan saja, tetapi yang lebih penting adalah melakukan pencegahan terhadap timbulnya penyakit tersebut,” kata Nila FA Moeloek seperti dikutip Antara dan HU.Suara Karya.

Ditambahkan, hasil ana­lisa terhadap pelaksanaan program BPJS Kesehatan selama 2014 disebut Men­kes belum selesai. Sehingga pihaknya belum dapat di­pastikan apakah kenaikan iuran tersebut memang se­suai kebutuhan.

”Kita lihat dulu bagaima­na hasil analisanya. Jadi be­lum ada pembahasan naik atau tidak terkait iuran pe­serta BPJS Kesehatan,” ka­tanya.

Kedatangan Menkes ke Banjarmasin dalam rang­kaian acara kuliah umum Pertemuan ilmiah Tahunan (PIT) VIII yang diadakan Himpunan Obstetri dan Gi­nekologi Indonesia (HOGSI).

Sementara Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan Taufik Hidayat mengatakan, pihaknya se­dang merancang program kampanye yang mengajak masyarakat hidup sehat. Ka­rena pihaknya akan ke­walahan dalam pengobatan di masa depan, jika tidak mulai melakukan promosi kesehatan sejak saat ini.

”Kita sedang melakukan kampanye untuk mengubah perilaku hidup masyarakat agar bisa hidup sehat,” katanya.

Saat ini, peserta BPJS Ke­sehatan mencapai 50 per­sen lebih penduduk Indo­nesia atau sekitar 141,1 juta orang dari total penduduk sekitar 250 juta jiwa.

BPJS Kesehatan juga se­dang berupaya untuk me­ning­katkan kerja sama de­ngan rumah sakit swasta se­hingga pelayanan kese­hat­an diharapkan dapat lebih merata.

”Kita tidak membatasi kerja sama dengan rumah sakit swasta, asalkan me­me­nuhi dengan syarat yang ditetapkan,” ucap Taufik Hidayat menandaskan.

Sebelumnya, masyara­kat mulai resah dengan isu akan dinaikkannya iuran BPJS Kesehatan, karena pembayaran yang ada saat ini, dirasakan sudah cukup memberatkan bagi kalangan menengah ke bawah. (lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini