Ads


» » » Kementan Sosialisasikan Peluang Pemanfaatan Hibah COMCEC - OIC


news
Jakarta,BeritaRayaOnline,- Kementerian Pertanian mensosialisasikan peluang pemanfaatan Committee for Economic and Commercial Cooperation of the Organization of Islamic Cooperation (COMCEC-OIC) kepada unit kerja lingkup Kementan, Rabu (8/4/2015). 

 Selain itu, sosialisasi ini juga ditujukan kepada Kementerian terkait seperti Kementerian Keuangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Perguruan Tinggi.

“Indonesia sebagai salah satu negara anggota the Organization of Islamic Cooperation atau yang dikenal sebagai Organisasi Konferensi Islam (OKI -red) perlu meningkatkan pemanfaatan keanggotaan dalam organisasi tersebut. Salah satunya melalui peluang pemanfaatan hibah COMCEC-OIC,” jelas Kepala Pusat Kerjasama Luar Negeri, Mesah Tarigan.

COMCEC-OIC menyediakan dana hibah untuk pelaksanaan proyek bagi member countriesnya dengan batasan total pembiayaan USD 100.000-250.000 dengan mempersyaratkan 10% co-financing bagi instansi pelaksananya. Dengan demikian dana hibah yang disalurkan pada kisaran USD 90.000-225.000.

Sedangkan untuk OIC institutions dapat mengusulkan pelaksanaan proyek hibah dengan total dana sebesar USD 50.000-100.000 termasuk 10% co-financing instansi pelaksana, atau dapat mengakses dana hibah pada kisaran USD 37.500-75.000. Proyek dapat didanai melalui hibah COMCEC-OIC ini adalah Technical Cooperation dan Capacity Building dengan durasi pelaksanaan 6-9 bulan.

Mekanisme pengucuran dana hibah melalui COMCEC-OIC ini dengan penyampaikan proposal usulan proyel kepada COMCEC Coordinator Office (CCO) Program Management untuk diseleksi. Selanjutnya CCO Program Management akan melakukan seleksi dan menentukan usulan yang lulus untuk mendapat pendanaan hibah. Selanjutnya Development Bank of Turkey melakukan penyaluran dana ke instansi yang mengusulkan proyek sekaligus bertugas memonitor pelaksanaan proyek. Pelaporan pelaksanaan proyek disampaikan oleh pelaksana proyek ke pihak Development Bank of Turkey.

“Satu hal yang perlu diingat bagi pelaksana kegiatan proyek yakni, penyaluran dana hibah dilakukan melalui system reimburse, yang artinya harus menggunakan dana sendiri dahulu,” ujar Kapus KLN.
“Pembayaran dana hibah kadang memerlukan waktu satu bulan dari waktu pelaporan, hal ini perlu diantisipasi pelaksana proyek”, ungkap Direktur PT. Risk Management Guard, Togi B Girsang, selaku koordinator proyek yang pernah melaksanakan proyek hibah COMCEC-OIC untuk Kementerian Perdagangan.

Ketertarikan para negara anggota sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat saat tahap pertama penawaran pendanaan hibah melalui COMCEC-OIC pada September 2013, diikuti oleh 23 negara anggota dan 3 OIC institution. Hasil seleksi tahap pertama tahun 2014 tersebut, berjumlah 8 usulan proyek yang lulus seleksi untuk dilaksanakan pada tahun 2014.

Penawaran hibah tahap kedua pada September 2014 diikuti oleh 20 negara anggota dan tiga OIC Institutions dengan jumlah usulan yang masuk 63 proposal. Pada tahap kedua tersebut terdapat 17 usulan proposal proyek yang lulus seleksi.

“Dari 17 proyek yang lulus seleksi untuk mendapat pendanaan hibah COMCEC-OIC tahap kedua, lima diantaranya adalah proyek bidang pertanian yang akan dilaksanakan tahun 2015. Salah satunya adalah proyek usulan Indonesia dg judul Improving the income of small and medium scale farmers in OIC member state through integration system”, ungkap Kapus KLN.(www.deptan.go.id/lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini