Ads


» » » Indonesia tidak akan Impor Jagung di Tahun 2015


news
Jeneponto, Sulsel, BeritaRayaOnline,- – Petani jagung di Desa Mengepong, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan menyambut penuh antusias kedatangan Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang melakukan panen raya jagung NK 212 sekaligus penanaman perdana program GP-PTT TA 2015, Sabtu (4/4/2015).

Keberadaan Mentan di daerah sentra produksi jagung ini merupakan kunjungan pertama serta dinilai sangat tepat dalam rangka mendongkrak produksi jagung dan pendapatan petani. Berdasarkan hasil ubinan, produksi jagung di lokasi panen sebesar 8,4 ton/ha dan produksi rata-rata jagung di Jeneponto sebesar 6-7 ton/ha.

“Tahun 2015, Indonesia tidak akan impor jagung,” tandas Mentan.

Mentan memberikan bantuan pada pengembangan lahan jagung sebesar 1 juta ha di tahun 2015. Sasaran produksi jagung secara nasional pada musim tanam saat ini, ditargetkan dapat menghasilkan 2 juta ton dengan luas lahan 395.554 ha. Upaya ini merupakan bagian dari pencapaian swasembada jagung. Mengingat pada tahun sebelumnya, Indonesia masih mengimpor jagung sekitar 3 - 3,5 juta ton.

“Kami telah memberikan bantuan irigasi untuk Kabupaten Jeneponto sebesar 10 ribu ha dari 334 ribu ha. Selain itu, bantuan optimasi lahan 4 ribu ha, pengembangan jagung 4.500 ha, dan alsintan sebanyak 101 unit dari 2.200 unit untuk Sulawesi Selatan. Kami targetkan Sulawesi Selatan sebagai kunci keberhasilan swasembada pangan nasional,” jelas Mentan.

Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, menyampaikan harapannya agar dapat memberikan perhatian lebih berupa bantuan yang lebih banyak. Hal ini, mengingat Sulawesi Selatan sebagai lokomotif penghasil pangan di daerah timur dan nilai tukar petani (NTP) Sulawesi Selatan peringkat pertama di Indonesia.

Menurutnya, kondisi ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan mengingat pertanian di Selawesi Selatan masih menghadapi berbagai permasalahan, seperti kekeringan, sulitnya memperoleh tenaga kerja, kurangnya alsintan, serta sulitnya petani mendapatkan pupuk dan benih dan harga yang cenderung turun di saat musim panen.

“Kami targetkan produksi jagung sebesar 1,8 juta ton dengan luas areal tanam sebesar 350 ribu ha di tahun 2015,” ujar Gubernur.

Senada dengan Gubernur, Wakil Bupati Jeneponto, Musyadi Mustamu, berharap ada perhatian lebih terdapat kabupaten yang merupakan sentra produksi jagung. Kabupaten Jeneponto memiliki luas lahan jagung yang tersedia di musim hujan sebesar 36 ribu ha dengan hasil sebanyak 252 ribu ton. Serta, pada musim kemarau Bulan Mei nanti, realiasai tanam dapat mencapai hasil 50 - 60 ribu ha. Tetapi, kabupaten ini juga masih dikenal sebagai daerah tandus dan petaninya miskin. Selain itu, masih kurangnya alsintan serta kelangkaan pupuk dan benih pun menjadi kendala bagi produktivitas lahan jagung di Kabupaten tersebut.

Dalam panen raya jagung ini, Menteri Pertanian menyempatkan waktu untuk temu wicara dengan masyarakat petani dan para penyuluh. Hadir dalam panen raya jagung ini yakni Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Bachtiar, anggota Komisi IV DPR RI, Hamka B Kady dan Indira Chunda Thita Syahrul, serta Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Muhammad Roem.(www.deptan.go.id/lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini