Ads


» » » SKMI Bertujuan untuk Memperoleh Informasi Tentang Pola Konsumsi Makanan dan Tingkat Kecukupan Zat Gizi Penduduk


Jakarta,BeritaRayaOnline,Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI) bertujuan untuk memperoleh informasi tentang pola konsumsi makanan dan tingkat kecukupan zat gizi penduduk dan untuk menyediakan informasi tentang cara, proses dan alat yang digunakan untuk memasak serta daftar bahan makanan (ACKM).

Demikian pemaparan Dr.Dewi Parmaesi, Peneliti Senior Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan(Balitbangkes) Kementerian Kesehatan dalam makalah berjudul "Studi Diet Total: SKMI 2O14" pada acara pertemuan ilmiah berkala di Jakarta, Rabu (25/3/2O15).

Metode SKMI desain, tempat, dan waktu terdiri dari survei berskala nasional, disain potong lintang (cross-sectional).Seluruh provinsi (33 provinsi), sampel RT berasal dari sub-sampel Riskesdas 2O13 untuk keterwakilan provinsi (2O8O BS), dimana BS yang terpilih tersebar di 497 kabupaten/kota.

"Metode SKMI yaitu metode pengumpulan data terdiri atas food recall 1x24 jam untuk semua RT sampel, 1/3 RT dilakukan kunjungan ulang untuk validasi dengan metode yang sama.Mengunakan kuesioner penelitian yang terdiri dari kuesioner rumah tangga dan kuesioner individu," jelas Dr.Dewi Parmaesi.

Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI) berupa kegiatan pengumpulan data konsumsi makanan individu termasuk bumbu, minuman, dan suplemen makanan, serta cara persiapan serta pengolahan makanan di rumah tangga dalam 24 jam yang lalu.

Dilakukan pengukuran berat badan, dan data yang dikumpulkan dari individu dengan rentangan umur O-97 tahun termasuk ibu hamil dan menyusui.

"Metode untuk mengumpulkan konsumsi makanan dan minuman menggunakan metode recall 1x 24 jam," jelasnya.

Menyinggung tentang tim pelaksana di lapangan , terdiri dari ketua pelaksana provinsi, koordinator klaster (273 orang peneliti dan dosen Poltekes Gizi), enumerator (sekitar 23OO orang, diploma gizi, S1 gizi/KesMas) dan penanggungjawab operasional dinas kesehatan provinsi (134 orang).

"Populasi dan sampel digunakan data rumah tangga yang sudah tersedia di Riskesdas 2O1z3.Sebanyak 3 rtumah tangga atau 1O persen di masing-masing BS dipilih secara purposive untuk dilakukan kunjungan kedua kali dalam rangka validasi food recall 1x24 jam pada hari yang tidak berurutan atau non consecutive day," ucapnya.

Dr.Dewi Parmaesi, Peneliti Senior Balitbangkes, pada kesempatan acara pertemuan ilmiah berkala juga memaparkan tentang konsumsi bahan makanan menurut kelompok makanan.

Kelompok bahan makanan terdiri dari serealia dan hasil olahannya, umbi-umbian dan hasil olahannya, kacang-kacangan, biji dan hasil olahannya, sayuran dan hasil olahannya, buah dan hasil olahannya, daging dan hasil olahannya,jeroan/non daging dan hasil olahannya, ikan,hewan laut lainnya dan hasil olahannya, dan telur dan hasil olahannya.

Kelompok bahan makanan terdiri dari susu dan hasil olahannya, minyak, lemak dan olahannya, gula, sirup, dan konfeksioneri, buku dan olahannya, minuman, makanan komposit, air, dan suplemen.Kelompok umur balita O-59 bulan, kelompok umur anak sekolah 5-12 tahun, kelompok umur remaja 13-18 tahun, kelompok umur dewasa 19-55 tahun, dan kelompok umur lansia lebih dari 55 tahun.

Rekomendasi kebijakan, hasil konsumsi per kelompok bahan pangan (food group) perlu diperkuat lagi kampanye program gizi seimbang, hasil konsumsi kalori, program penganekaragaman pangan khususnya pemberdayaan makanan lokal.Hasil Angka Kecukupan Gizi (AKG) baik untuk kecukupan kalori maupun protein, pemerintah perlu meningkatkan kembali program ketahanan pangan dan gizi (food and nutrion security).

Kelebihan Asupan Kalori, edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan obesitas sebagai faktor resiko terjadinya penyakit degeneratif.Untuk mencegah Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dan stunting, pemerintah harus lebih mengalakkan program 1OOO hari pertama kehidupan, khususnya perbaikan asupan gizi ibu hamil.(lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini