Ads


» » » Dirjen Tanaman Pangan : Rendahnya Realisasi Tanam MT 2O14/2O15 Sebagai Akibat Tak Meratanya Curah Hujan

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Hasil Sembiring, melakukan konferensi pers dengan Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) di Jakarta, Senin (16/3/2015).(Foto :Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Pasar Minggu,BeritaRayaOnline,Perkembangan realisasi musim tanam (MT) 2O14/2O15 sampai dengan Februari 2O15 adalah a)padi seluas 6.868.192 ha atau lebih rendah 417,734 ha dibanding musim tanam 2O13/2O14, b) jagung seluas 2.149.O94 ha atau lebih rendah 25.415 ha dibanding musim tanam 2O13/2O14 dan c)kedelai seluas 183.846 ha atau lebih rendah 42.3O6 ha dibanding musim tanam 2O13/2O14.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan,Kementerian Pertanian, Hasil Sembiring,dalam pertemuan dengan Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) di Jakarta, Senin siang (16/3/2O13) menjelaskan rendahnya realisasi tanam ini diduga sebagai akibat tidak meratanya curah hujan, kebijakan harga pembelian di tingkat petani belum sesuai dengan program stabilisasi harga.

"Langkah-langkah yang akan segera dilaksanakan antara lain sosialisasi program PAT melalui peningkatan indek pertanaman atau PIP, mendorong penyelesaian CPCL PAT-PIP.Sedangkan yang diperlukan antara lain jaminan pemasaran hasil dan ketepatan penyediaan sarana produksi dengan jadwal tanam," katanya.

Untuk kegiatan perbenihan, sasaran yang ingin dicapai antara lain terlaksananya penggunaan benih unggul bersertifikat untuk komoditas padi, jagung, dan kedelai, dengan melaksanakan langkah operasional antara lain pemantapan produksi benih sumber, pemberdayaan penangkar benih, optimalisasi pengawasan mutu dan sertifikasi benih dan sosialisasi serta peningkatan penggunaan benih varietas unggul bersertifikat.

Dijelaskan lagi oleh Dirjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, alokasi subsidi benih tahun 2O15 untuk padi hibrida seluas 3.94O.OOO ha (166.5OO ton) , untuk padi hibrida seluas 1OO.OOO ha (15OO ton) untuk jagung hibrida seluas 1OO.OOO ha (15OO ton) dan kedelai seluas 3OO.OOO ha (15OOO ton).

Sedangkan data untuk serangan OPT utama, kekeringan, dan kebanjiran pada lahan padi, jagung, dan kedelai dapat disampaikan pada tanaman padi 2O15 sampai dengan Februari 2O15 sampai dengan Februari untuk serangan OPT Utama yang terkena seluas 34.287 ha (1,38 persen) dan yang puso seluas 44 ha (O,OO2 persen) dari luas tanam.

Sedangkan untuk tanaman jagung dan kedelai yang terkena serangan masing-masing seluas 2.146 ha atau O,49 persen (jagung), 7O5 ha atau O,12 persen (kedelai) dan yang puso seluas 2 Ha atau O,OOO5 persen (jagung).

Untuk kondisi yang terkena banjir dapat disamapaikan di pertanaman padi yang terkena seluas 46.653 ha (1,87 persen), pusonya 9.126 ha (O,37 ha), tanaman jagung seluas 777 ha (O,18 persen), puso 51 ha (O,O1 persen) dan kedelai seluas 119 ha (O,O2 persen) pusonya 57 ha (O,O1 persen).

"Dibanding tahun sebelumnya pada periode yang sama, serangan OPT, banjir dan kekeringan pada 2O15 relatif lebih rendah dibanding tahun 2O15," ujarnya.

Beberapa kegiatan yang dilaksanakan antara lain melakukan upaya preventif dengan melakukan upaya-upaya antara lain a) tanam serentak dan tanam legowo, b)melakukan pergiliran varietas, c)penggunaan benih sehat, d)menginformasikan prakiran MK/MH dari BMKgh dan melakukan pemantauan langsung secara intensif, berkala dan berjenjang dari petugas lapangan hingga pusat.

"Sedangkan untuk kegiatan upaya responsifnya antara lain melakukan pengamatan dari populasi pada ambang pengendalian, pelaksanaan SLI untuk meningkatkan pemahaman petani terhadap pemanfaatan informasi iklim serta penerapan teknologi adaptasi spesifik lokasi untuk mengurangi kerusakan akibat DPI," kata Dirjen Tanaman Pangan Hasil Sembiring.(lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini