Ads


» » » PUPR Dukungg Perluasan Cakupan Layanan Air Minum Kota Mataram

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I (BWS NT I) pada Tahun 2015 mendapatkan alokasi anggaran APBN sebesar Rp 460 Miliar.

 Dana itu direncanakan akan pergunakan untuk membangun infrastruktur Sumber Daya Air diantaranya Waduk Bintang Bano, Waduk Tunju Mila, penambahan Kapasitas Sistem Jaringan Air baku, pembangunan Jetty Muara Sungai Ancar, Jaringan Irigasi, 10 buah Embung serta Penanganan Pantai Lekai di Kabupaten Dompu.

Komisi V DPR RI Minggu lalu (23 – 26 Pebruari 2015) sempat mengunjungi Paket proyek Pembangunan Jetty Muara Sungai Ancar dan proyek pengembangan Sistem Jaringan Air Baku. Keduanya di Kota Mataram. Khusus untuk proyek Jaringan Air Baku dimaksudkan untuk penambahan debit Kota Mataram Tahap II.

“Tahap II ini nantinya untuk melayani seputar Kota Mataram  yang meliputi 6 Kecamatan disamping juga sebagian tingkat Kabupaten Lombok Barat. Ke-enam Kecamatan itu adalah Amepenan dan Sekarbela, Kecamatan Cakreanegara dan Sandubaya dan Kota Mataram dan Selaparang,” Kepala BWS NT I, Marsono usai mendampingi Kunker Komisi V DPR RI di Mataran (24/2/2015).

Kepala BWS NT I, Marsono menjelaskan, khusus untuk penambahan debit air Tahap II Kota Mataram, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui BWS NT I akan mengalokasikan dana sebesar Rp 11 Miliar guna pengadaan penambahan 25 ribu Sambungan Rumah. Dukungan dana ini merupakan bantuan lanjutan tahun lalu yang nilainya mencapai 13,6 Miliar.

“Kalau Tahun 2014 dukungan dari kami berupa bangunan Broncaptering Sesaot, Jalur Pipa dan perlintasan pipa Transmisi L sepanjang 20 km. Sementara tahap 2 diarahkan untuk pekerjaan sumur bor, jaringan pipa dan reservoar berkapasitas 280 liter per detik,” ungkap Marsono.

Dari total biaya investasi (146,7 M) yang dibutuhkan untuk penambahan kapasitas dari sistem Sesaot. Dukungan BWS NT I diperkirakan sekitar 22,4 persennya. Ditambahkan, kapasitas produksi yang dihasilkan PDAM Menang Mataram saat ini mencapai 1.080 liter per detik. Namun idle capacity yang dimanfaatkan baru 55 liter/detik, dengan cakupan pelayanan baru mencapai 51,9 persen.

Disisi lain, bantuan PUPR melalui BWS NT I juga diberikan untuk pengamanan tembok pembatas markas Ksatrian Brimob dan area joging track yang terancam gerusan air laut. Kawasan muara Sungai Ancar rentan mengalami banjir akibat penutupan muara di Kelurahan Apenghulu Agung dan Ampenan Selatan.  Brimob Polda NTB pasca banjir tahun lalu meminta bantuan pembuatan bronjong dan pemecah gelombang laut.

Dengan dibangunnya Jetty Muar Sngai Ancar Kota Mataram diprediksikan dapat mengurangi kerentanan banjir pada daerah yang terpengaruh backwater akibat penutupan muara Sungai Ancar yang diperkirakan seluas 2,2 hektar. Untuk merealisasikan Jetty ini dibutuhkan dana sekitar 7,5 miliar dari DIPA TA.2015.

“Pembangunan proyek ini meliputi bagian kanan (114 meter) dan bagian Kiri (107 meter). Ditambah lagi dengan pasangan tanggul dan perkuatan tebing Bronjong sepanjang 170 meter,” tambah Kepala BWS NT I.

Menjawab pertanyaan, kapan kedua proyek itu akan dikerjakan. Marsono menjawab pihaknya menunggu keputusan dari pusat. Pasalnya, saat ini pihaknya belum dapat melaksanakan pekerjaan proyek dikarenakan pejabatnya masih difinitip. Artinya para pejabat Eselon I di lingkungan PUPR masih menjabat sementara (Plt). Dan hal ini dikuatkan dengan Surat Edaran Plt. Sekjen PUPR. Sementara proses lelang ke dua proyek tersebut sudah selesai. Saat ini tinggal menunggu. (sony/puskom publik pupr/lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini