Ads


» » » Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman : Semua Ini Amanah !

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Bagi seorang Amran Sulaiman, bekerja adalah bagian dari ibadah. Itu sebabnya, sejak dia diangkat menjadi menteri pertanian dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla, bekerja dan terus bekerja menjadi bagian kesehariannya.

”Bisa dibilang, saya hanya tiga kali ke kantor dalam sebulan. Sisanya ke daerah-daerah,” katanya dalam bincang-bincang santai dengan wartawan, Selasa (17/3/2015) malam, di sebuah kafe di Cirebon. Turut hadir dalam bincang-bincang santai itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR, Herman Khaeron.

Bicara langsung dengan petani di berbagai pelosok nusantara, menjadi rutinitas mantan pengusaha asal Makassar itu.

 Usai mengunjungi petani di Ponorogo, Jawa Timur, Amran langsung ke sejumlah wilayah perdesaan di Kalsel. Senin (16/3/2015) pagi mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, langsung menuju Indramayu, Jawa Barat, melihat persiapan panen raya gabah yang dipimpin Presiden Jokowi. Bukannya mengeluh lelah dengan pekerjaannya, Amran malahan menikmatinya.

“Ini semua saya anggap sebagai amanah, dan saya komit terhadapnya,” tuturnya.

Amran mengaku sudah terbiasa kerja keras. “Sejak kecil, saya harus banting tulang, menjual batu kali untuk bangunan rumah,” katanya menggambarkan masa kecilnya.

Tinggal di sebuah asrama tentara bersama 12 orang saudara, membuat Amran kecil tumbuh sebagai remaja tahan banting. Miskin dan serba kekurangan sudah pasti, karena ayahnya hanya seorang tentara berpangkat sersan mayor.

You bisa bayangkan, gaji ayah saya waktu itu cuma Rp 116 per bulan, untuk menghidupi 12 orang anaknya,” kenang Amran (anak ke-3), yang menjadikan kesengsaraan dan kemiskinannya sebagai bagian yang tidak boleh dialami dan terjadi pada orang-orang terdekatnya, termasuk para petani dan wartawan.

”Saya sudah pesan sama  PakMonang (Kabag Humas Deptan), jangan sampai saya melihat wartawan keleleran di lingkungan kementerian. Saya mau mereka diperhatikan dan jangan dibiarkan kelihatan sengsara. Ini juga berlaku di kalangan petani. Saya ingin mereka hidup lebih sejahtera,” katanya lagi.

Amran menilai jalan hidupnya seperti berkah yang mengalir begitu saja. Sebelum menjadi menteri pertanian, Amran terpilih sebagai manajer wilayah Unilever untuk kawasan Kalsel dan Jakarta Selatan. Di tangannya, nilai penjualan Unilever naik lebih dari 4 kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Juga, dia tidak pernah menyangka jika di dalam tanah milik keluarganya, terkandung emas dalam jumlah luar biasa. Ketika dibagi-bagi untuk seluruh anggota keluarganya, Amran mendapat bagian 70 kg emas. ”Ada keinginan untuk membangun mesjid kubah emas. Entah kapan bisa terlaksana,” katanya saat ditanya mau diapakan emas miliknya.

Bangun Sistem

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman  mengungkapkan keinginannya membangun sebuah sistem kerja di lingkungan Kementan, sehingga dengan seringnya dia ke daerah, mekanisme kerja di kantor pusat tetap jalan. Dalam sistem itu, Amran mengharuskan seluruh staf Kementan tidak tergantung kepada seorang menteri atau atasannya. Sistem, katanya, harus jalan agar mekanisme kerja sesuai dengan apa yang diinginkan bersama.

”Nantinya tidak ada lagi rekomendasi-rekomendasian minta proyek. Tidak ada lagi kebijakan hanya dari seorang atasan. Saya bilang, kalian semua harus bisa bekerja tanpa kehadiran saya. Dan kalian harus bekerja sesuai tanggung jawab masing-masing, tidak menunggu kehadiran atasan, tidak menunggu perintah atasan. Sistem ini sudah mulai jalan,” katanya.

Bagi seorang Amran Sulaiman, mensyukuri segala nikmat atas pemberian Yang Maha Kuasa, jangan sebatas niat, namun perlu diterapkan.

”Bekerja keraslah sebab itu bagian dari ibadah. Jangan mencari musuh, dan yang paling penting jangan pernah melupakan ibu,” katanya. (adi/suara karya/lasman)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini