Ads


» » » Mentan: Sekarang Kita Selesaikan di Lapangan, Rapat Melulu, Persoalan Petani Tak Selesai

Pandeglang,BeritaRayaOnline,"Hari ini saya sangat berbahagia melihat antusias tanam padi dan panen.Untuk acara panen raya dan tanam padi ramah lingkungan di Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, ini kami tinggalkan tiga acara.Acara ini lebih penting," ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam acara dialog dengan para petani usai gerakan panen padi"Mari Bersama Mewujudkan Swasembada Pangan" dan gerakan percepatan tanam, pencanangan penanaman padi ramah lingkungan di Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Jumat siang (13/3/2O15).

"Melihat persoalan pertanian yang mendasar setelah saya cek di 23 provinsi, ada irigasi yang rusak, seperti yang kita lihat tadi pagi ada jaringan irigasi yang sejak tahun 1982 tidak dialiri air.Tadi saya sudah kontak Menteri PU," ucapnya.

Pada kesempatan dialog dengan petani yang juga dihadiri Plt.Gubernur Banten Rano Karno, Mentan mengatakan lagi ada regulasi yang tidak sempurna mengenai pengadaan benih dan pupuk yang harus tender yang butuh waktu 3 bulan s/d 4 bulan.

"Tahun anggaran dimulai Januari dan Februari, dan baru April selesai.Lantaran lamanya waktu tender sering terjadi racun tikus tiba setelah padinya habis, ini lebih parah lagi. Tikus enggak pernah kursus, tikus itu tak pernah sekolah," kata Mentan yang langsung disambut tawa para peserta dialog.

Menurut Andi Amran Sulaiman, pihaknya langsung menghadap Presiden Jokowi, dan hanya dua kali menghadap langsung diputuskan presiden tak ada lagi tender."Untuk pengadaan pupuk penunjukkan langsung, sehingga serapan sampai Desember kemarin telah mencapai 100 persen," ujarnya

Menyinggung mengenai pengadaan pupuk yang sering terlambat sampai ke tangan petani, Mentan menghitung."Bila pupuk terlambat satu minggu berarti kehilangan satu ton, dan dua minggu mencapai 2 ton. Lima juta dikalikan 1 ton sama dengan lima juta ton.Padahal swasembada hanya membutuhkan 3 juta ton. Bila pupuk tidak terlambat, swasembada selesai," katanya.

Pupuk ada, maka selesai masalah pupuk. Benih ada, tetapi apa juga terlambat, tanya Mentan."Sekarang kita selesaikan di lapangan. Bila rapat.....rapat melulu, persoalan petani tidak selesai," tegasnya.(lasman simanjuntak)




eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini