Ads


» » » Mentan Andi Amran Sulaiman : Ini Bantuan Tercepat Sepanjang Sejarah Pertanian di Indonesia !

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Jakarta,BeritaRayaOnline,- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan sampai sat ini Kementerian Pertanian (kementan) telah menyalurkan bantuan kurang lebih 30 ribu Alsintan untuk para petani.

"Bahkan bantuan traktor untuk Ponorogo, Jawa Timur sudah dibagikan.Kejadian di Ponorogo  tempohari merupakan sistim yang dibangun oleh kementan dengan traktor yang akan diserahkan ke petani harus dikumpulkan disatu titik saja, petani bisa lihat langsung traktornya," katanya.

"Sebanyak 5.102 unit traktor terakhir diberikan untuk Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Jadi Ponorogo di Jawa Timur bukan yang pertama, tetai kedua terakhir, " kata Mentan saat  membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) " Upaya Khusus swasembada Pangan dan Peningkatan Produksi Komoditas Strategis APBN-P Tahun 2015"  di Auditorium, Gedung F, Kampus Kementerian Pertanian di Jakarta, Senin pagi (30/3/2015).

Menurut  Mentan, traktor telah diterima Gapoktan baik di Sumba (NTB), Kalimantan, Sulawesi Selatan, Medan,  Subang (Jawa Barat), Sukoharjo ( Jawa Tengah), Ngawi (Jawa Timur), dan , itu formatnya sama tidak berubah.

"Namun di media sosial diributkan ,katanya, ditarik kembali traktor ke pabrik," ujarnya.

" Akhirnya kami klarifikasi, dan itu mengeluarkan banyak energi.Hentikan komentaryang tidak bermanfaat. Traktor itu didistribusi ke kabupaten dan Gapoktan. Jadi bukan ditarik," jelasnya.

"Ini bantuan tercepat sepanjang sejarah pertanian di Indonesia," tegas Andi Amran Sulaiman lagi.(lasman simanjuntak)








JAKARTA - Pemerintah sudah membagikan sebagian dari traktor yang disiapkan untuk dibagikan kepada petani sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) serta sudah disahkan melalui APBN-Perubahan 2015. Sementara untuk daerah tertentu seperti di Ponorogo, Jawa Timur belum terditribusikan secara lengkap demi melengkapi administrasinya.
Hal itu diungkapkan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian (PSP Kementan) Sumardjo Gatot Irianto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, (26/3). Menurut dia, Kementan sama sekali tidak menarik traktor yang ingin dibagikan kepada petani di Ponorogo seperti yang muncul di pemberitaan media massa selama ini.
Yang sebenarnya terjadi adalah proses distribusi yang belum bisa dilakukan. Ini karena proses administrasi serah terima harus dilakukan. Hal itu memang diatur di dalam aturan perundangan-undangan yang berlaku seperti di UU Administrasi Pemerintahan. ”Karena administrasinya belum lengkap, maka barangnya juga ditahan dulu di situ.
Jadi sama sekali tak ditarik atau dibawa. Itu pasti akan diserahkan ke petani,” kata Gatot. Dia menjamin bahwa para petani pasti akan mendapatkan traktor tersebut. Sebab pihaknya memang sudah membeli traktor untuk dibagikan kepada petani sesuai arahan dari presiden. Penegasan itu tentu membantah tudingan sejumlah anggota Komisi IV DPR RI yang menyatakan bahwa Gatot ternyata hanya meminjam traktor, tapi tak pernah membeli traktor untuk dibagikan ke petani.
- See more at: http://www.indopos.co.id/2015/03/kementan-bantah-tarik-traktor.html#sthash.e0Qzp7Zt.dpuf



JAKARTA - Pemerintah sudah membagikan sebagian dari traktor yang disiapkan untuk dibagikan kepada petani sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) serta sudah disahkan melalui APBN-Perubahan 2015. Sementara untuk daerah tertentu seperti di Ponorogo, Jawa Timur belum terditribusikan secara lengkap demi melengkapi administrasinya.
Hal itu diungkapkan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian (PSP Kementan) Sumardjo Gatot Irianto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, (26/3). Menurut dia, Kementan sama sekali tidak menarik traktor yang ingin dibagikan kepada petani di Ponorogo seperti yang muncul di pemberitaan media massa selama ini.
Yang sebenarnya terjadi adalah proses distribusi yang belum bisa dilakukan. Ini karena proses administrasi serah terima harus dilakukan. Hal itu memang diatur di dalam aturan perundangan-undangan yang berlaku seperti di UU Administrasi Pemerintahan. ”Karena administrasinya belum lengkap, maka barangnya juga ditahan dulu di situ.
Jadi sama sekali tak ditarik atau dibawa. Itu pasti akan diserahkan ke petani,” kata Gatot. Dia menjamin bahwa para petani pasti akan mendapatkan traktor tersebut. Sebab pihaknya memang sudah membeli traktor untuk dibagikan kepada petani sesuai arahan dari presiden. Penegasan itu tentu membantah tudingan sejumlah anggota Komisi IV DPR RI yang menyatakan bahwa Gatot ternyata hanya meminjam traktor, tapi tak pernah membeli traktor untuk dibagikan ke petani.
- See more at: http://www.indopos.co.id/2015/03/kementan-bantah-tarik-traktor.html#sthash.e0Qzp7Zt.dpuf









eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini