Ads


» » » Mau Operasi Katarak Gunakan Cara Lama ICCE/ECCE atau Cara Baru Ultrasound dan Laser

Jakarta,BeritaRayaOnline,-SAAT menderita katarak, sebagian orang kerap dibingungkan dengan pemilihan waktu melakukan operasi. Apa pasal?

Dr. Setiyo Budi Riyanto, SpM, dokter mata yang menjabat sebagai Direktur Medik Jakarta Eye Center mengatakan adanya kebingungan itu dikarenakan masih banyak orang yang belum mengetahui seluk beluk penyakit katarak ini.

Lantas, kapan waktu terbaik melakukan operasi?

Dr Setiyo menjelaskan, pada dasarnya lebih cepat lebih baik. Akan tetapi, operasi yang dipilih juga memengaruhi kapan seseorang akhirnya dioperasi. Bila pilihan operasi dengan cara lama yang ia pilih, biasanya dokter akan menunggu sampai selaput yang menutupi lensa mata matang. Sedangkan kalau pakai cara lama, walaupun selaputnya belum matang dan menutupi semua lensa mata, operasi bisa tetap dilakukan.

"Persoalan kapan waktu terbaik melakukan operasi katarak itu tergantung jenis operasi yang pasien pilih. Kalau pakai teknik operasi lama, seperi ICCE dan ECCE itu biasanya harus menunggu kataraknya matang, baru dioperasi. Tapi kalau pakai teknik ultrasound dan Bladeless Femtosecond Laser Cataract Surgery atau laser, kapanpun bisa," katanya, dalam acara yang bertema Press Conference :Celebrating the 30 Anniversary of Jakarta Eye Center, di The Ritz- Carlton, Jakarta, belum lama ini seperti dipublish dari www.okezone.com.

Jadi, tambah dia, kalau penderita katarak memakai operasi ultrasound dan teknik laser itu, tidak perlu katarak menutupi semua lensa mata dulu. Tapi, langsung bisa dilakukan operasi kapan saja si pasien mau.

Sementara dari sisi risiko operasi, operasi katarak dengan cara lama banyak kemungkinan komplikasi pascaoperasi. Oleh karena itu, disarankan bagi penderita seseorang yang menderita katarak langsung segera dioperasi dengan operasi cara baru. Hal itu agar faktor risiko yang dialami makin minim dan bisa cepet sembuh, ucap Dr. Setiyo.

"Komplikasi dari operasi katarak cara lama itu bisa sebabkan glukoma, lensa rapuh, dan infeksi pasa operasi atau post-operative endophthalmitis. Itu semua karena cara operasi itu menunggu katarak matang dulu, padahal katarak semakin lama dibiarkan risiko operasinya semakin besar," terangnya.
(jeffry kolondam)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini