Ads


» » » Kepala BPOM: Keselamatan Pasien Lebih Diutamakan!

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek  (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

 Jakarta,BeritaRayaOnline,- Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Roy Alexander Sparingga menegaskan keselamatan pasien lebih dinomorsatukan dan  diutamakan, serta pihaknya dapat menjamin produk obat-obatan yang telah beredar luas di masyarakat  tetap aman dan berkhasiat.

Hal itu dikatakannya kepada wartawan di Jakarta, Senin pagi (23/3/2O15) ketika mendampingi Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dalam jumpa pers tentang hasil investigasi terkait kasus buvanest spinal di Rumah Sakit Siloam Tangerang.

Menurut penjelasan Roy Alexander Sparingga pihaknya telah membatalkan izin edar obat buvanest spinal yang diproduksi PT.Kalbe Farma.

"Kami telah instruksikan agar PT.Kalbe Farma untuk melakukan langkah-langkah potensi resiko dari produk yang sudah beredar.Terkait dengan produk ini seluruh produk di linne enam telah disegel," tegasnya.

Badan POM bahkan telah melakukan investigasi sistemik yang hasil temuannya antara lain menginstruksikan PT.Kalbe Farma menghilangkan potensi resiko. Dimana pada 17 Februari lalu Badan POM telah bekukan izin nomer edar produksi linne enam.Bahkan pada tanggal yang sama Badan POM untuk produk yang ada telah dilakukan penyegelan di linne enam.

"Fokus kami terlebuh dahulu kepada buvanest spinal yakni nomer izin edar telah dicabut.Kami minta PT.Kalbe Farma memperhatikan potensi resiko dari produk yang sudah ada diperedaran.Tidak mendistribusikan semua produk  buvanets spinal yang sudah beredar dan menarik yang sudah beredar," kata Kepala BPOM Roy Alexander Sparingga.

Dia menjamin tidak ada kasus yang terjadi di rumah sakit lain, selain di RS.Siloam Tangerang."Potensi kejadian mix up.Hasil investigasi kami di area kemasan sekunder sebelum labeling,"ucapnya.

Menjawab pertanyaan wartawan supaya tidak terjadi lagi kasus serupa di rumah sakit di Indonesia dengan memberikan sanksi maupun efek jera, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menjawab pada kasus di RS.Siloam, Tangerang, tidak terjadi malpraktik dan tidak dijumpai penyimpangan standar profesi.

"Memang ada kekeliruan pada ampul buvanest spinal lima milimeter.Meskipun RS.Siloam telah mengikuti SOP, kita tetap memberikan teguran kepada direksi rumah sakit supaya lebihh berhati-hati karena kita bermain di daerah penuh resiko," katanya.(lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini