Ads


» » » Dr.Dewi Parmaesi: Perlu Dirumuskan Kebijakan Penganekaragaman Makanan Pokok Berbasis Makanan Lokal

Jakarta, BeritaRayaOnline,-"Mengingat sumber makanan pokok lokal atau umbi-umbian sedikit dikonsumsi penduduk dibandingkan dengan makanan pokok impor atau terigu dan olahannya, dan tingginya jumlah penduduk yang tidak mampu memenuhi kecukupan energinya maka perlu dirumuskan kebijakan penganekaragaman makanan pokok yang berbasis makanan lokal," kata Dr.Dewi Parmaesi, Peneliti Senior Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan pada acara Pertemuan Ilmiah Berkala di Kantor Balitbangkes, Percetakan Negara, Salemba, Jakarta, Rabu (25/3/2O15).

Dikatakannya lagi, mengingat sumbangan protein dari hasil laut masih sedikit dibandingkan dengan potensi yang ada maka perlu kebijakan peningkatan potensi hasil potensi hasil laut sebagai sumber proteib hewani bagi penduduk.

"Mengingat konsumsi sayuran dan buah masih sedikit maka perlu dirumuskan kebijakan untuk meningkatkan konsumsi sayur dsn buah melalui edukasi dan peningkatan ketersediaan sayuran dan buah dengan harga yang terjangkau," ujarnya.

Dr.Dewi Parmaesi yang pada acara Pertemuan Ilmiah Berkala menyajikan makalah berjudul" Studi Diet Total, SKMI 2O14" menegaskan mengingat konsumsi kemasan baik serbuk maupun cair pada anak mulai meningkat, maka perlu dirumuskan kebijakan untuk melindungi ankl dari konsumsi minuman kemasan yang berlebihan.

"Dan mengingat sudah terdapat sebagian penduduk yang mengonsumsi gula, garam dan minyak/lemak melebihi pesan dalam Permenkes nomor 3O tahun 2O13 maka perlu ditingkatkan pemahaman masyarakat tentang resiko mengkonsumsi berlebihan gula, garam dan minyak atau lemak melalui edukasi dan kampanye," ucapnya.

Mengingat masih banyak ditemukan remaja yang mengalami kekurangan asupan energi dan protein maka perlu ditingkatkan pengetahuan gizi remaja melalui usaha kesehatan sekolah atau UKS.

Pada kesempatan Pertemuan Ilmiah Berkala itu, Dr.Dewi Parmaesi juga memberikan rekomendasi kebijakan lainnya seperti hasil konsumsi per kelompok bahan pangan (food group) perlu diperkuat lagi kampanye program gizi seimbang.Hasil konsumsi sumber kalori, program penganekaragaman pangan khususnya pemberdayaan makanan lokal.Hasil Angka Kecukupan (AKG) baik untuk kecukupabn kalori maupub protein.

"Pemerintah perlu meningkatkan kembali program ketahanan pangan dari gizi atau food and nutrition security," katanya.

Ditambahkan lagi, kelebihan asupan kalori, edukasi kepada masuarakat terkait pencegahan obesitas sebagai faktor resiko terjadinya penyakit generatif.Untuk mencegah Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dan stunting, penerintah harus lebih menggalakkan program 1OOO hari pertama kehidupan, khususnya perbaikan asupan gizi ibu hamil.(lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini