Ads


» » Demo di Lingkungan Apartemen Disinyalir Bermotivasi Proyek

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Ketua LSM Forum Hak Azasi Manusia dan Lingkungan (Rumahku) Nusirwan mensinyalir maraknya demo di sejumlah apartemen di Jakarta dalam beberapa bulan ini bermotivasi perebutan proyek. Pasalnya, perputaran uang di lingkungan kompleks apartemen bernilai miliaran rupiah.

            “Mana mungkin selama berbulan-bulan warga apartemen yang notabene orang mampu mau demo sekadar untuk meributkan soal iuran pengelolaan apartemen,” katanya menangggapi maraknya demo di sejumlah lingkungan apartemen akhir-akhir ini, kemarin.
            Nusirwan mengaku telah mengamati  para pelaku demo di sejumlah apartemen orangnya itu-itu saja. Mereka umumnya orang-orang yang ‘dipasang’ di sejumlah apartemen oleh para kontraktor dan  pensiunan aparat.
            Mereka nantinya akan ‘diplot’ untuk calon pengurus persatuan pemilik dan penghuni satuan rumah susun (P3SRS). Dengan menjadi pengurus P3SRS maka akan mudah untuk menguasai proyek maintenance seperti pengecatan ulang, perbaikan/pergantian lift, serta penyediaan tenaga outsourching seperti security dan cleaning service.
            Sinyalemen adanya perebutan proyek terkait demo di sejumlah  apartemen ini, menurut Nusirwan,  sangat kuat. Sebab lingkungan apartemen/rumah susun yang sebelumnya tenang tiba-tiba bergejolak seperti ada yang menggerakan.
            “Apa iya penghuni apartemen mau demo berbulan-bulan hanya disebabkan kenaikan iuran pengelolaan lingkungan (IPL) yang rata-rata hanya Rp 2000/m2. Padahal sekali nongkrong di kafe saja mereka bisa menghabiskan uang diatas Rp 100 ribu,” tambah Nursiwan.
            Padahal alasan kenaikan IPL tersebut sangat logis mengingat hampir semua komponen harga dan tarif seperti BBM, tarif listrik, UMP pekerja apartemen dan lain-lain naik semua. Dengan demikian maraknya demo yang dilakukan tentu menjadi terlihat aneh kalau bukan bermotivasi lain.
            Sementara itu Ketua Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Rumah Susun Madani Indonesia (P3RiSMA)  Yusron JB menyatakan, sebenarnya setiap orang-sah-sah saja mengincar proyek di lingkungan apartemen. Namun dia menyayangkan jika caranya dengan merekayasa menjadi seolah-olah demi membela kepentingan warga apartemen.
            “Sebetulnya mayoritas warga apartemen tidak suka adanya demo-demo yang seolah-olah demi membela kepentingan mereka. Sebab demo itu sendiri malah bisa menjadi bumerang bagi pemilik apartemen sendiri,” katanya.
            Tidak sedikit pemilik apartemen yang menyewakan unitnya kepada orang lain. Jika di lingkungan apartemen terus terjadi gejolak maka orang akan  malas tinggal di apartemen sehingga merugikan pemilik apartemen sendiri.
            “Saya juga khawatir maraknya demo di lingkungan apartemen pada akhirnya akan mengganggu program pemerintah untuk mengajak warga mau tinggal di rumah susun,” katanya.
            Apalagi warga Jakarta umumnya sudah stress menghadapi hiruk-pikuknya kota Jakarta. Maka mereka maunya setelah tiba di apartemen yang menjadi tempat beristirahatnya bisa mendapatkan suasana tenang dan nyaman bukan malah disuruh memikirkan demo. (lasman simanjuntak)




eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini