Ads


» » » Pelepah Daun Sawit Hasil Tunasan Dapat Dimanfaatkan Sebagai Sumber Pakan Ternak Sapi


Menteri  Pertanian Andi Amran Sulaiman, Rabu sore (11/2/2015), mengunjungi lokasi Integrasi Sawit Sapi (ISS) PT.Perkebunan Nusantara VI di Kabupaten Batanghari, Jambi. (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Jambi,BeritaRayaOnline,-Pelepah daun sawit hasil tunasan ternyata dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan ternak sapi, sehingga dapat menjamin ketersediaan dan kontinuitas pakan dengan mudah dan murah.

Demikian dikatakan oleh Ir.Zainal Prayitno, Manager Unit Usaha Integrasi Sawit Sapi PTP Nusantara VI (persero) kepada wartawan BeritaRayaOnline di Jambi, Rabu siang (11/2/2O15) sambil menunggu kunjungan kerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ke lokasi peternakan sapi di Kabupaten Batanghari, Jambi.

"Adapun perbandingan luas kebun sawit dan jumlah sapi guna menjaga stabilitas pakan adalah satu ekor setiap hektar kebun kelapa sawit," jelasnya.

Integrasi Sawit Sapi (ISS) berlokasi di Kabupaten Batanghari yang berjarak sekitar 25 kilometer dari Kota Jambi, dapat ditempuh dalam waktu sekitar satu jam dengan kendaraan.

"Adapun jenis sapi yang dikelola adalah sapi Bali, PO atau peranakan ongole, Brahman Cross atau BX dan Simmental.Kegiatan integrasi sapi sait ini telah dimulai sejak April 2O12," kata Ir.Zainal Prayitno.

Sumber pelepah berasal dari Unit Usaha Batanghari (jaraknya 7 kilometer dari Unit Usaha Integrasi Sawit Sapi).Rasio sapi (ekor) dan kebun sawit (ha) 1:1.5O persen pelepah hasil panen tetap harus tinggal di lapangan antara laib sebagai penahan erosi.

Bibit sapi dibeli dari daerah sekitar dan daerah sentra peternakan rakyat serta sebagian pembibitan sapi harus mendapat rekomendasi dari pemerintah (dinas peternakan) bibit sapi yang dibeli berumur minimal 12 bulan.
Digunakan sistem kandang koloni/komunal yaitu model kandang di dalam suatu ruang kandang ditempatkan beberapa ekor ternak secara bebas tanpa diikat.Dialokasikan luasan 3 M2 untuk setiap ekor ternak.

Keunggulan sistem kandang koloni yaitu efisiensi penggunaan tenaga kerja,1 orang mengelola 1OO-15O ekor sapi.Tidak membutuhkan pengamatan khusus terhadap aktivitas reproduksinya karena ternak kawin.Pembersihan feses 3-4 kali dalam 1 tahun.(pulo lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini