Ads


» » » Pasar Konstruksi Nasional Terus Meningkat, Tahun 2O15 Nilai Pasar Capai Rp 1OOO Triliun

Jakarta,BeritaRayaOnline,- Pasar konstruksi nasional setiap tahun meningkat seiring dengan percepatan dan perluasan pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan nasional.Pada 2O15 diperkirakan nilai pasar konstruksi nasional mencapai Rp 1OOO Triliun.

Demikian dikatakan Ir.Hediyanto W Husaini, MSCE,M.Is, Plt.Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada acara penandatanganan nota kesepahaman bersama registrasi alat berat konstruksi di Jakarta, Jumat siang (13/2/2O15).

Dikatakannya lagi peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional memerlukan dukungan infrastruktur yang memadai.Ketersediaan infratsruktur sangat tergantung pada keberadaan industri konstruksi yang andal.

"Pemerintah tetap memprioritaskan alokasi dana untuk penyelenggaraan infrastruktur karena sektor konstruksi merupakan sektor yang strategis yang telah mampu memberikan kontribusi sebesar 9,88 persen terhadap PDB Indonesia dengan tingkat pertumbuhan sebesar 6,97 persen pada 2O14,"katanya.

Menurut Hediyanto W Husaini, pemerintah Indonesia telah menetapkan pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas utama dalam program pembangunan nasional.Diindikasikan kebutuhan investasi infratsrtuktur dalam RPJMN 2O15-2O19 sebesar Rp 5.452 Triliun.

"Daya saing konstruksi nasional sangat bergantung pada penguasaan aksebilitas dan peningkatan kapasitas sumber daya konstruksi.Industri konstruksi domestik yang unggul dan mandiri serta berdaya saing tinggu adalah persyaratan wajib menghadapi dan memenangi persaingan pasar ASEAN pasca 2O15.Untuk itu daya saing sektor konstruksi nasional harus terus ditingkatkan agar dapat menjadi tuan rumah di pasar kontruksi domestik dan ASEAN," ujarnya.

Alokasi dana pembangunan infrastruktur yang disalurkan melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada tahun 2O15 sebesar Rp 116,837 triliun.

"Hal tersebut menunjukkan komitmen kuat dari pemerintah mewujudkan pembangunan infratsruktur dalam upaya menunjang sektor lain untuk semakin tumbuh dan berkembang," jelasnya.

Ditambahkannya meningkatnya investasi infrasruktur berdampak juga pada kebutuhan kesiapan sumber daya konstruksi.Salah satu sumber daya konstruksi yang sangat penting dalam mendukung terlaksananya penyelenggaraan konstruksi adalah alat berat.

Mengenai investasi alat berat, Ir.Hediyanto W.Husaini, Plt.Direktur Jenderal Bina konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, investasi alat berat relatif mahal, sehingga kepemilikan alat berat harus memenuhi kriteria kualitas, umur layanan, produktivitas dan biaya operasi serta pemeliharaan yang layak.

"Di samping itu hampir 99 persen komposisi kontraktor nasional masuk dalam kelompok klasifikasi kecil dan menengah sehingga menghadapi kesulitan untuk berinvestasi alat berat, apalagi untuk alat berat yang memenuhi kriteria di atas.Oleh karena itu perlu dukungan pemerintah dalam hal skema pembiayaan yang kompetitif sehingga mendorong terwujudnya bisnis penyewaan alat berat yang berkelanjutan," ucapnya.(lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini