Ads


» » » Mentan : Ke Depan NTT Jadi Tulang Punggung Jagung dan Sapi

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman didampingi Gubernur NTT Frans Lebu Raya sedang memberikan pengarahan di depan para petani Perkumpulan Petani Air(P3A) dan Kelompok Tani "Usaha Bersama" Air Sagu ,  usai melakukan Gerakan Tanam Bersama di Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, NTT, Kamis siang (5/2/2015). (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Kupang, BeritaRayaOnline,-"Provinsi Nusa Tenggara Timur ke depannya akan jadi tulang punggung jagung dan sapi...," janji Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman langsung disambut tepuk tangan meriah para petani yang hadir di Desa Noelbaki, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis siang (5/2/2015), usai melakukan Gerakan Tanam Bersama.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang didampingi Gubernur NTT Drs.Frans Lebu Raya, dan Bupati Kupang Ayub Titueki mengatakan lagi untuk jagung yang memiliki areal 6500 hektare, maka dua bulan lagi ada 65 ribu hektare.

"Ada bantuan 1000 unit Alsintan untuk Provinsi NTT. Sapi besar atau merah dari Bali sebanyak 369 ekor telah sampai ke Provinsi NTT. Begitu juga 120 ekor sapi jantan yaitu sapi jantan yang paling bagus," ucapnya.

"Bapak-bapak dan mama-mama....., petani adalah pekerja yang mulia. Saya sendiri datang dari desa dan pernah jadi petani selama 20 tahun.Kami mencintai petani, kami anak petani.Bahkan saya sendiri tahu bagaimana kehidupan petani.Kalau bukan petani, dia tak bisa merasakan kehidupan petani. Betulll?," Langsung dijawab para petani," Betulll Pak!"

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan untuk dana bantuan kepada para petani, angggarannya diambil dari biaya perjalanan dinas pejabat Kementerian Pertanian.

"Biaya perjalanan dinas kami potong, biaya seminar dan biaya seremonial juga kami hapuskan. Jadi terkumpul dana sebesar Rp 4,1 triliun. Dengan dana Rp 4,1 triliun kami sudah bisa membangun 1,5 juta hektare jaringan irigasi di seluruh Indonesia," katanya.

Pada kesempatan itu Mentan juga berjanji ke depannya Insya Allah, beras tak akan impor lagi. Sedangkan untuk daging dari Provinsi NTT, NTB, Jatim, Sulsel, dan Provinsi Lampung akan menjadi "lumbungnya" sapi.Sebanyak 2 juta IB (inseminasi buatan/semen beku) akan disuntikkan ke seluruh sapi, dan diharapkan sapi yang hidup sebanyak 1,6 juta, sisanya mati.

"Namun, pesan saya sapi perawan jangan disuntikkan IB.Sebab, 40 persen di Pangkalan Bun sapi perawan jadi mati," tegasnya. (pulo lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini