Ads


» » » Mentan Himbau Distributor Pupuk Tidak Cari Alasan


news 
Lombok Timur, BeritaRayaOnline,- Permasalahan keterlambatan distribusi pupuk kepada petani menjadi salah satu fokus Menteri Pertanian, Amran Sulaiman. Di Lombok Timur, Mentan meninjau gudang pupuk CV. Hidayat di Desa Sikur, Kecamatan Sikur Lombok Timur, Rabu (04/02/2015).

Di gudang ini Mentan mengecek ketersediaan pupuk urea yang berasal dari PT. Pupuk Kaltim dan pupuk non urea yang berasal dari PT. Petrokimia Gresik. Berdasarkan laporan yang ada, untuk hari ini terdapat stok pupuk sebanyak 55 ton. Mentan menghimbau kepada distributor agar tidak mencari alasan ketika ada keterlambatan distribusi pupuk.

"Tidak ada lagi itu alasan karena ombak, karena kesulitan bongkar, ombak itu ada diseluruh dunia, harus ready,” pesan Mentan kepada distributor agar menjaga distribusi pupuk kepada masyarakat.

Setelah mengunjungi gudang pupuk, Mentan menuju UPT - BPP Sikur, di Desa Montongbaan untuk berdialog dengan petani, penyuluh dan babinsa yang hadir.

Terdapat keluhan yang datang dari penyuluh mengenai sumberdaya penyuluh yang semakin berkurang dan keinginan penyuluh THL agar lebih diperhatikan. Melihat potensi luar biasa di Lombok Timur, Mentan mengharapkan dukungan sumber daya penyuluh untuk berkonsentrasi mendahulukan bekerja untuk kesejahteraan petani dibandingkan hanya sekedar mengejar status pekerjaan.

Pada kesempatan ini, Mentan memberikan bantuan untuk Lombok Timur perbaikan irigasi sejumlah 9.000 Ha dan jika mendapatkan keberhasilan produksi Mentan akan menambahkan perbaikan irigasinya menjadi 13.000 Ha. Selain bantuan irigasi, Mentan memberikan bantuan optimasi lahan sebanyak 4.500 Ha, traktor roda empat sebanyak lima unit, traktor roda dua 112 unit, pompa 24 unit, rice transplanter 28 unit dan combine harvester sebanyak tujuh unit, saprodi kedelai 1.000 Ha, dan Inseminasi Buatan (IB) yang semula 13.000 IB, menjadi 20.000 IB untuk ternak sapi.

Mentan juga menginstruksikan kepada Direktur Budidaya Ternak, Fauzi Lathan, untuk memberikan sapi betina yang siap diinseminasi buatan kepada salah seorang peternak usai berdialog. Peternak tersebut bersemangat dalam mengembangkan sapi di daerahnya setelah sebelumnya harus merelakan ternaknya dijual untuk biaya sekolah anaknya.(website biro umum dan humas kementerian pertanian/pulo lasman simanjuntak)


eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini