Ads


» » » Mentan Blusukan ke Kupang, NTT, Sempat Naik Ojek Lihat Jaringan Irigasi Tersier

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kamis siang (5/2/2015) , sidak langsung jaringan irigasi tersier yang belum sempat dibangun selama sepuluh tahun di Desa Lengkurus, Dusun Laus, Kecamatan Kupang Timur. Di atas lahan "tidur" seluas kurang lebih 1000 Ha ini masih hadapai masalah kecukupan air dan belum dibangunnya jaringan irigasi tersier yang airnya bisa langsung dialirkan ke areal persawahan.(Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Menteri Pertanian  Andi Amran Sulaiman blusukan ke Provinsi  Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mendorong terwujudnya swasembada beras di kawasan lahan kering ini.


Dengan mempergunakan pesawat helikopter Mentan Andi Amran Sulaiman "terbang" langsung dari Mataram, NTB ke Bandara Ngurah rai, Denpasar,Bali.Hal ini mengingat pada Kamis (5/2/2015) Bandara di Kota Mataram terpaksa ditutup akibat adanya pesawat Garuda yang tergelincir.


Pada Kamis siang (5/2/2015) pesawat Garuda yang ditumpangi Mentan mendarat di Bandara El Tari, Kupang, NTT.Setelah makan siang di bandara, Mentan langsung menuju ke Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT, untuk melakukan "Gerakan Tanam Bersama".


"Terimakasih telah disambut Gubernur NTT, Kapolda NTT dan Pangdam NTT serta jajaran dinas Pertanian dan perkebunan NTT," ujarnya.
  

Dengan mengenakan pakaian batik lengan panjang dan stelan celana panjang, Mentan tiba di Desa Noelbaki  yang telah ditunggu puluhan anggota Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Kelompok Tani "Usaha Bersama" Air Sagu.

Setelah melakukan Gerakan Tanam Bersama yang juga dibantu oleh prajurit TNI-AD dari Kodim 1604/Kupang yang dipimpin  Dandim Letkol.Subar, lalu memberikan pengarahan di depan para petani yang juga dihadiri Gubernur NTT Drs.Frans Lebu Raya serta Bupati Kupang Ayud Titueki, Mentan Andi Amran Sulaiman ke Desa Lengkurus, Dusun Laus, Kecamatan Kupang Timur untuk melihat langsung Daerah Irigasi (DI) Batu Merah yang sumber airnya berasal dari Bendungan Batu Merah.

Karena lokasi jaringan irigasi tersier masuk ke pelosok dusun yang jalannya "tanah basah"hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat "khusus", Mentan Andi Amran Sulaiman sempat naik ojek. Jalan tanah yang dilalui Mentan -termasuk wartawan BeritaRayaOnline- memang cukup berat. Selain tanah yang licin baru diguyur hujan deras, sebagian juga ada kubangan lumpur yang cukup berbahaya kendaraan bisa tergelincir.(pulo lasman simanjuntak)



eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini