Ads


» » » Mentan Bantah Kelangkaan Pupuk Bersubsidi di Sejumlah Daerah

Ngawi, BeritaRayaOnline.Com,- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membantah kelangkaan pupuk bersubsidi di sejumlah daerah sejak memasuki masa tanam beberapan pekan terakhir, akibat pengurangan jatah pupuk bersubsidi yang dilaksanakan pemerintah pusat.

"Tidak benar itu. Pemerintah pusat tidak pernah mengurangi pupuk bersubsidi untuk pertanian tahun 2015 ini," katanya kepada Surya, Sabtu (31/1/2015) seperti dikutip dari Tribunnews.com Senin (2/2/2015) , sembari menunggu kedatangan Presiden RI Joko Widodo di Lapangan Desa Keras Wetan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi.

Amran menguraikan, kebutuhan pupuk setiap provinsi maupun daerah (Kabupaten/Kota) selalu dicukupi dan diatur pimpinan daerah melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur yang disampaikan ke seluruh Bupati dan Wali Kota.

Menurutnya, hal ini disebabkan masing-masing daerah dianggap paling tahu atas kebutuhan pupuk yang dibutuhkan petani. Tahun 2015, Pemerintah memberikan pupuk bersubsidi sebanyak 9,5 ton.

"Kelangkaan pupuk bersubsidi terjadi karena adanya ketidaklancaran distribusi. Stok di pabrik mencukupi hingga beberapa bulan kedepan. Untuk itu, Kementerian Pertanian menerjunkan petugas dan pabrik pupuk untuk mengetahui penghambat distribusi di lapangan," imbuhnya.

Amran menjelaskan, selama ini ada pengertian yang belum dipahami sejumlah kalangan, yakni saat pimpinan daerah mengatur penyaluran pupuk bersubsidi tidak diberikan penuh langsung diawal tahun yang dianggap sebagai pengurangan pupuk untuk pertanian. Padahal jika ada daerah mengajukan kekurangan pupuk dapat dipenuhi pada pertengahan tahun ini sekaligus.

"Jadi kami minta jatah yang tak diberikan sepenuhnya bukan sebagai pengurangan. Itu hanya strategi distribusi saja," tegasnya.(pulo lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini