Ads


» » » Mentan Andi Amran Sulaiman : Wartawan Harus Ikut Dukung Swasembada Pangan di Indonesia !

Santai Sejenak di Kawasan Wisata : Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman santai sejenak sambil tersenyum bahagia menikmati udara sejuk, pepohonan hijau dan pemandangan indah bukit serta pegunungan  di kawasan wisata Telaga Sarangan, Puncak Karanganyer yang lokasinya berdekatan dekat kawasan wisata Tawamangu, Kabupaten Karanganyer, Jawa Tengah, Rabu lalu (28/1/2015). (Foto-foto : Pulo Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)


Jakarta,BeritaRayaOnline,- Mengikuti kunjungan kerja-mirip dengan blusukan- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ke Solo, Sukoharjo, Jawa Tengah, serta Ngawi, dan Madiun, Jawa Timur (26 s/d28/1/2015) ada kesan menarik dan mendalam yang dirasakan wartawan BeritaRayaOnline , Pulo Lasman Simanjuntak, yang ikut serta dalam rombongan tersebut.

Saat mau kembali ke Solo untuk terbang ke Jakarta, iring-iringan rombongan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tiba-tiba berhenti setelah melewati tikungan kawasan wisata Puncak Karanganyer, Telaga Sarangan, sebelum kawasn wisata Tawangmangu, Kabupaten Karanganyer, Provinsi Jawa Tengah.

"Ayo... kita turun dulu, santai sejenak menikmati pemandangan pegunungan yang indah dan sejuk ini. Sini, mari para wartawan. Ini ada buah-buahan produksi lokal," ajak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yangg langsung turun dari mobil Mitsubishi Pajero Sport warna hitam, dan duduk dekat sebuah bukit bebatuan.

Mengenakan kemeja putih, celana hitam, dan juga dibalut jaket hitam, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang sangat akrab dan ramah kepada pers ini dengan suara bersemangat dan berapi-api seperti gaya umumnya orang "Makassar" Sulsel, memberikan semacam wejangan atau nasehat -khususnya kepada para reporter muda- yang ikut rombongan pers dan biro umum dan humas Kementerian Pertanian dari Jakarta.

"Anak-anak muda atau reporter yang masih muda dan bujangan, mau tahu resepnya jadi orang maju dan kaya raya," tanya Mentan dan menunjuk ke seorang reporter muda yan usianya baru 23 tahun.

"Terpenting kalau disakiti orang, jangan membalas dan jangan dendam. Harus tetap balas dengan kebaikan, senyum, dan menyenangkan orang lain.Hati juga harus bersih. Kerja keras. Jalannya harus cepat dan cepat. Simpan semua ini di otak kalian," pesan Mentan Andi Amran Sulaiman sambil jari kanannya memagang otak kepala sebelah kanan. Para reporter muda pun mendengar serius, sangat antusias mendengar nasehat dan wejangan dari Mentan siang itu ditengah-tengah pemandangan gunung, hutan, bukit dan udara sejuk kawasan wisata tersebut.

Begitu pun saat makan siang bersama di sebuah Restaurant Sunda di Kota Solo sebelum menuju Bandara Internasional Adisumarmo, Kota Solo, dan saat berhadap--hadapan makan bersama dengan wartawan BeritaRayaOnline, Pulo Lasman Simanjuntak, Mentan pun berkata lagi," Para wartawan harus ikut mendukung swasembada pangan di Indonesia!"

"Apa yang bisa kami lakukan sebagai wartawan untuk ikut mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintahan Jokowi-JK," tanya wartawan BeritaRayaOnline sambil terus menyantap ayam goreng yang lezat siang yang cerah itu.

"Ya, wartawan harus ikut dukung swasembada pangan di Indonesia yang Insya Allah bisa kita capai tiga tahun ini, atau mungkin dua tahun ini.Buat berita yang positip, berimbang, dan obyektif mengenai progress fisik untuk pemberitaan seputar kegiatan swasembada pangan, termasuk swasembada beras," jawab Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang siang itu menikmati ayam goreng dengan duduk lesehan dan dikelilingi kolam ikan mas milik rumah makan bergaya sunda tersebut.

"Kita harus bantu petani untuk swasembada beras ini. Petani harus makin sejahtera dan hidup lebih baik lagi. Saya siap dihubungi wartawan kalau mau konformasi berita- misalnya-, jika melihat di lapangan  ditemukan sesuatu yang tak beres dalam proyek swasembada pangan ini.Pokoknya wartawan harus dukung swasembada pangan. Kita sama-sama bejruang sebagai anak bangsa, ada Merah-Putih di dada kita," pesan Mentan dengan suara tetap bersemangat dan sekali-kali mengeluarkan canda dan tawa untuk kita semua.

Tidur Hanya Dua Jam
 Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengaku hanya mampu beristirahat dua sampai tiga jam selama tiga bulan. Pasalnya selama tiga bulan, Amran mengaku kurang waktu istirahat karena harus mengelilingi 20 provinsi dan 61 kabupaten selama tiga bulan.

"Tidur saya dua jam rata-rata, ini sudah tiga bulan," ujar Amran saat memberi sambutan di Sukoharjo, Senin (26/1/2015).

Dalam acara ramah tamah tersebut hadir Bupati Sukoharjo, Kepala Kejaksaan Tinggi Sukoharjo, Kepala Kejaksaan Negeri Sukoharjo, dan Kapolres Sukoharjo. Kedatangan Menteri Pertanian ke Sukoharjo untuk persiapan kunjungan presiden Joko Widodo di Provinsi Jawa Tengah.

Rencananya Amran ingin mau mengunjungi beberapa lahan sawah di Sukoharjo. Hal tersebut untuk melihat musim panen yang sebentar lagi dimulai, namun sayangnya Amran terlalu lelah sehingga harus beristirahat terlebih dahulu.

"Manusia memang terbatas, tadi saya tak sanggup lokasi," ungkap Amran.

Amran menitip pesan kepada bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, agar tidak bosan bertemu dengan dirinya. Pasalnya dalam beberapa waktu hari lagi, Amran akan mengunjungi kabupaten baru tersebut bersama presiden Jokowi.

"Jangan bosan terima saya 2 minggu terima saya, mungkin lusa saya datang lagi," kata Amran yang memakai baju batik lengan panjang dan celana panjang hitam bahan.

Pribadi Jujur dan Cerdas

Pria kelahiran 27 April 1968 di Bone, Sulawesi Selatan, ini dikenal sebagai pribadi yang jujur dan cerdas. Andi Amran Sulaiman pun resmi diangkat sebagai Menteri Pertanian Republik Indonesia ke-26 oleh Presiden Joko Widodo pada 27 Oktober 2014.

Menamatkan Program Doktor Ilmu Pertanian di Universitas Hasanuddin pada tahun 2012 lalu, dia pernah menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan di Bidang Wirausaha Pertanian dari Presiden RI pada tahun 2007 dan Penghargaan FKPTPI Award tahun 2011 di Bali.

Putra asli Kabupaten Bone ini juga disebut masih berada dalam garis keturunan Raja Bone yang berasal dari pihak ayahnya. Dia adalah keturunan dari La Pawawoi Arung Sumaling (anak ke-4 La Tenri Tappu Raja Bone ke-23).

 Kemudian, La Pawawoi Arung Sumaling mempunyai keturunan bernama Andi Baco Gangka Petta Teru yang memperistrikan Karaeng Beja (anak Karaeng Bantaeng/Karaeng Bore yang berdomisili di Bantaeng.

Di balik sosok Andi Amran Sulaiman yang cerdas dan jujur, ada seorang wanita bernama IR. Hj. Martati yang senantiasa mendampinginya. Dari pernikahannya dengan Martati, dia kini telah dianugerahi empat anak, yaitu Andi Amar Ma'ruf, Andi Athira, Andi Muh. Anugrah, dan Andi Humairah.

Meski usianya yang masih relatif muda, dia telah mampu membangun dan membesarkan 14 perusahaan yang tergabung dalam sebuah holding Tiran Group, yang meliputi Unit Usaha: Tambang Emas, Tambang Nikel, Proyek Gula, Proyek Perkebunan Kelapa Sawit, SPBU, Distributor Unilever, Distributor Semen, Produsen Pestisida, dan usaha lainnya.

Perusahaannya juga telah mengantongi surat izin tetap pestisida, Ammikus 65PS dari Menteri Pertanian RI tahun 2011, surat izin tetap pestisida Ranmikus 59PS dari Menteri Pertanian RI tahun 2012, surat izin tetap pestisida Timikus 64PS dari Menteri Pertanian RI tahun 2012, dan Hak Paten Alpostran (Alat Empos Tikus modifikasi) dari Menteri Kehakiman tahun 2014.

Andi Amran Sulaiman juga kerap dikaitkan dengan kemenangan Jokowi dalam pemilihan presiden tahun 2014. Hal itu tak lepas dari keputusannya untuk terlibat secara penuh sebagai koordinator relawan Sahabat Rakyat KTI. Yang kemudian disebut-sebut sebagai ujung tombak pemenangan Jokowi-JK di Kawasan Timur Indonesia.
- Presiden Joko Widodo menunjuk Andi Amran Sulaiman sebagai Menteri Pertanian dalam Kabinet Kerja periode 2014-2019. Pengumuman dilakukan di halaman Istana Negara, Minggu (26/10/2014).


Biodata Menteri Pertanian

Nama
DR. IR. H. Andi Amran Sulaiman, MP

Tempat, Tanggal Lahir
Bone, 27 April 1968

Jabatan terakhir
CEO PT Tiran Group
 
Pendidikan:
SD Impres 10 Mappesangka, Bone
SMP Negeri Ponre, Bone
SMA Negeri Lappariaja, Bone
Fakultas Pertanian Unhas 1988-1993 (Penerima Hak Paten/Penemu)
Pasca Sarjana Pertanian Unhas 2002-2003 (Cum laude)
Program Doktor Ilmu Pertanian Unhas 2008-2012 (Cumlaude)
Kursus dan Seminar:
- Presentase Pengendalian Hama Tikus di Istana Presiden, Jakarta 1996
- SUSKALAK-PIM di Pakkatto, Gowa, Sulsel, 1997
- Presentase Pengendalian Hama Tikus untuk Kalteng di Istana presiden, Jakarta, 1999
- Studi Banding di Singapura, 2002
- Seminar Internasional Palm Oil Belt di Malaysia 2002
- Studi Banding di Bangkok, Thailand, 2009
- Kunjungan ke Sutech Engineering Co. Ltd (Perusahaan perakitan mesin pabrik gula) untuk transaksi pembelian Pabrik Gula dan Erawan Power (Pabrik Gula Terbesar di Thailand), 2014
Surat Penghargaan:
- Hak Paten Alat Empos Tikus “Alpostran” dari Menteri Kehakiman RI, 1995
- Surat Izin Khusus Pestisida Tiran 58PS dari Menteri Pertanian RI, 1997
- Surat Izin Tetap Pestisida Tiran 58PS dari Menteri Pertanian RI, 1998
- Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan di Bidang Wirausaha Pertanian dari Presiden RI, 2007
- Penghargaan FKPTPI Award tahun 2011 di Bali.
- Surat Izin Tetap Pestisida, Ammikus 65PS dari Menteri Pertanian RI, 2011
- Surat Izin Tetap Pestisida Ranmikus 59PS dari Menteri Pertanian RI, 2012
- Surat Izin Tetap Pestisida Timikus 64PS dari Menteri Pertanian RI, 2012
- Hak Paten Alpostran (Alat Empos Tikus modifikasi) dari Menteri KehakimaN 2014

Keluarga:
Istri: IR. Hj. Martati
Anak:
Andi Amar Ma’ruf,
Andi Athira,
Andi Muh. Anugrah,
Andi Humairah
 ( kompas.com/merdeka.com/tribunenes.com/pulo lasman simanjuntak)


 

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini