Ads


» » Menggenjot Pertanian di Kabupaten Tanjabtin, Pemrov Jambi Telah Berikan 3.409 Unit Alat dan Mesin Pertanian

Jambi, BeritaRayaOnline,-Menggenjot pertanian di Kabupaten Tanjabtim, Pemerintah Provinsi Jambi melalui program Satu Milyar Satu Kecamatan (SAMISAKE ) sejak 2011 telah memberikan 3.409 unit alat dan mesin pertanian. Bantuan ini diberikan untuk meningkatkan kemampuan sosial ekonomi masyarakat miskin.
 

Pernyataan ini disampaikan Wakil Gubernur Jambi Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum pada kunjungan kerja Menteri Pertanian RI Dr.Ir.H.A. Amran Sulaiman, MP di Desa Lagan Ulu, Kelurahan Pandan Jaya, Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Rabu (11/02/2015).

Hadir pada kesempatan ini Bupati Tanjung Jabung Timur Zumi Zola Zulkifli, Wakil Bupati Tanjab Timur Ambo Tang, dan jajaran pemerintahan TanjabTimur Pangdam II Sriwijaya Mayjend TNI Iskandar .MS, Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Katamso dan undangan.

Dalam kesempatan ini Wagub menyampaikan bahwa ketahanan pangan dan sumberdaya alam serta lingkungan hidup menjadi program prioritas pembangunan keempat di Provinsi Jambi. Pemerintah melihat bahwa sektor pertanian merupakan sektor unggulan dimana hamper 57,30% penduduk di Provinsi Jambi menggantung mata pencahariannya pada sektor pertanian. Selain selain itu sektor pertanian memberikan kontribusi 29,34% terhadap Produk Domestik regional Bruto Provinsi Jambi.

Disampaikan Wagub bahwa saat ini julah luas lahan yang diperuntukkan sebagai lahan sawah sejumlah 167.623 ha yang terbagi menjadi irigasi (28.61%) tadah hujan (25,13%), pasang surut (29,57%) dan Lebak (16,70%). Adapun sawah terluas berada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (39,301%),Kabupaten Muaro Jambi (24,620), dan Kabupaten Kerinci (22,977%).

 Berdasarkan angka ramalan produksi padi tahun 2014 sebesar 674.679ton, meningkat menjadi 1,53% dari tahun 2013.Produksi jagung tahun 2014 sebesar 44.470 ton atau meningkat 73,10% dibanding 2013, sementara produksi kedelai tahun 2014 diperkirakan 8.087 ton atau meningkat 240,90 persen dibanding tahun 2013.

“PAda tahun 2015 Provinsi Jambi telah menetapkan sasaran produksi padi, jagung dan kedelai masing-masing sebesar 805.806 ton GKG padi, jagung 50,072 ton dan kedelai 13.537 ton dimana terjadi peningkatan sebesar 20% untuk komoditas padi, 13% untuk jagung dan 78% untuk kedelai jika dibandingkan dengan angka ramalah II tahun 2014”jelas Wagub.

Sementara itu Menteri Pertanian RI Dr.Ir.H.A. Amran Sulaiman, MP menyatakan bahwa kunjungan ke Provinsi Jambi ini merupakan upaya pemerintah untuk bertemu langsung dengan pemerintah daerah dan seluruh petani dan pihak terkait untuk mengetahui kondisi dan permasalahan yang ada di lapangan dan Provinsi Jambi merupakan Provinsi yang ke-22 dan kurang lebih 60 Kabupaten juga telah dikunjungi.

 Dijelaskan Menteri setelah melakukan kunjungan ke berbagai daerah dapat disimpulkan lima kendala yang dihadapi di bidang pertanian yaitu masalah irigasi, regulasi pupuk, benih, Alsintan,dan penyuluh.

“Saat ini irigasi 25 tahun tidak diperbaiki dan rusak seluruh Indonesia 52% kurang lebih 3,3 juta ha, tapi kami diberi beban kerusakan selama 25 tahun untuk diperbaiki dalam waktu 3 tahun diharapkan dengan kebersamaan dapat selesai. Dan kami menargetkan irigasi setiap tahun 1 juta ha, kami sudah memulai dengan bekerjasama dengan petani ,TNI, Kepala Daerah, Penyuluh seluruh stake holder target tahun ini minimal 1,5juta ha dan anggarannya sudah siap”ujar Menteri Pertanian.

Dijelaskan Mentan bahwa langkah kedua yang dilakukan adalah mengubah regulasi apa yang ternyata kurang pas untuk diterapkan pada pertanian.

”Selama ini masalah benih, pupuk selalu bermasalah ternyata regulasi kita menekankan harus tender yang terjadi kalau ada hama seperti tikus tidak mungkin ia menunggu tender dan merusak tanaman ini merugikan Negara puluhan dan tahun dan lebih berbahaya daripada koruptor, kedua pupuk juga ditender nanti setelah berumur dua minggu, satu bulan baru pupuknya tiba dan ada yang tidak pupuk yang kami temukan di Sumatera Selatan Banyu Asin dan Uki yang memupuk hanya 60% regulasi ini harus diubah dengan penunjukkan langsung perusahaan untuk pengadaan pupuk, benih dan alsintan. Satu minggu keterlambatan pupuk dapat merugikan 1ton, dua minggu 2ton, Satu ton jika dikalikan 5 juta ha saja adalah 5 juta ton yang hilang pertahun dikalikan 30 tahun 150 juta ton kali 6000, Rp 80 triliun hilang karena kita tidak bisa bertindak tegas dalam mengambil keputusan”ujarnya.

Saat ini kami melakukan efisiensi anggaran yang dipergunakan oleh Kementrian yang seharusnya dipergunakan untuk perjalanan dinas,hotel dan seminar, pembangunan gedung dan dipergunakan untuk dijadikan irigasi dan alsintan.

“ Rp 4,1 triliun dipergunakan untuk irigasi 1,5 juta ha dan traktor 6000” ungkapnya.

Dijelaskan Mentan bahwa saat ini ada 9 item bantuan untuk pemerintah Provinsi Jambi diantaranya bantuan irigasi untuk 22.150 ha dan jika dapat diselesaikan dalam waktu 2 bulan akan ditambah dua kali lipat menjadi 40 ribu ha, kemudian optimasi lahan sekarang yang telah diberikan 7.910 ha, jika selesai akan ditambah 23 ribu ha, alsintan, untuk bantuan benih 25 ribu. “Satu yang diminta dari pemerintah pusat minta naik produksi jangan dibawah 20%, dan akan kita evaluasi pada bulan Oktober”katanya.(jambidaily.com/sar/pulo lasman simanjuntak))
 

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini