Ads


» » » Kementerian PUPR Tingkatkan Efisiensi Energi PDAM

 












Jakarta,BeritaRayaOnline,-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendorong peningkatan manajemen internal PDAM dengan menyusun peta jalan peningkatan efesiensi energi. Biaya energi umumnya mencapai 20% hingga 30% dari total biaya operasional PDAM. Tingginya biaya energi berdampak kepada peningkatan biaya produksi dan biaya distribusi pelayanan air minum serta tingginya tarif air minum.

“Untuk memenuhi target peningkatan cakupan dan kualitas pelayanan air minum, tentunya kondisi PDAM harus sehat sehingga mampu mengoperasikan SPAM secara efektif dan efisien melalui manajemen internal PDAM yang kuat,” kata Direktur Pengembangan Air Minum Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Mochammad Natsir dalam workshop Road Map Efisiensi Energi PDAM.

Berdasarkan hasil analisa penilaian kinerja PDAM yang dilakukan oleh Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) tahun 2014 dari 359 PDAM hanya 182 PDAM berstatus sehat, selebihnya 103 PDAM berstatus kurang sehat dan 74 PDAM berstatus sakit.

Pemanfaatan energi yang efisien menjadi isu penting karena menjadi penyebab utama masih belum optimalnya kinerja PDAM. Sejak tahun 2012, Ditjen Cipta Karya didukung USAID bersama Perpamsi, ADB, World Bank, mulai mengembangkan Program Efisiensi Energi. Pelaksanaan efisiensi energi akan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan PDAM yang selanjutnya dapat mendorong PDAM untuk beroperasi secara sehat. 

 Sebagai wujud konkrit dari isu tersebut, banyak program yang telah dikembangkan oleh Ditjen Cipta Karya melalui Direktorat Pengembangan Air Minum, diantaranya adalah program pengembangan SDM bagi seluruh PDAM di Indonesia dalam bidang efisiensi energi dan pengadaan peralatan pendukung efisiensi energi untuk PDAM yang masuk ke dalam Program Penyehatan PDAM.

Menurut Natsir, permasalahan yang dihadapi dalam penyediaan air minum saat ini antara lain masih rendahnya cakupan pelayanan air minum. Cakupan pelayanan air minum yang aman secara nasional pada tahun 2014 baru mencapai 70,05%, sehingga masih terdapat gap sebesar 29,95% yang harus dicapai untuk memenuhi target 100% penduduk Indonesia terlayani akses aman air minum pada akhir tahun 2019.

“Rendahnya cakupan pelayanan tersebut secara operasional merupakan refleksi dari pengelolaan yang kurang efisien maupun kurangnya pendanaan untuk pengembangan sistem yang ada,” tegas Natsir.

Program Efisiensi Energi ini didukung oleh USAID melalui kegiatan Indonesia Urban Water, Sanitation, and Hygiene (IUWASH) dan Indonesia Clean Energy Development (ICED). USAID-IUWASH mendukung peningkatan kinerja operasional PDAM melalui audit efisiensi energi untuk PDAM di wilayah dampingannya, yaitu Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kota Semarang, Kota Surakarta, Kabupaten Gresik, Kota Salatiga dan Kota Parepare. USAID-ICED juga memberikan dukungan dengan melakukan kajian dan analisis terhadap pembiayaan alternatif untuk investasi dalam merehabilitasi fasilitas yang  mengkonsumsi energi yang tinggi.

“Jika efisiensi energy dapat diterapkan, kesempatan bagi  masyarakat berpenghasilan rendah untuk mendapatkan manfaat air minum yang disediakan PDAM juga akan meningkat. Dalam hal ini orang bisa hidup lebih sehat, dan yang paling penting hal ini akan mencegah anak-anak dari penderitaan penyakit yang ditularkan melalui air, seperti diare. Akses layanan air minum yang aman dan sanitasi yang layak bagi masyarakat merupakan unsur penting dalam menguranagi kemiskinan, ketimpangan, kelaparan dan penyakit,” jelas Wakil Direktur USAID Indonesia, Derrick Brown.

Workshop Road Map Efisiensi Energi PDAM diharapkan dapat menjaring dukungan dan komitmen dari stakeholder terkait untuk mendorong kegiatan efisiensi energi bagi PDAM, khususnya dalam aspek pendanaan. Alternatif sumber pendanaan program efisiensi energi dapat berasal dari Pemerintah melalui dana APBN dan APBD, donor, serta pihak Swasta.

Dengan adanya dukungan dari berbagai stakeholder diharapkan selanjutnya PDAM dapat secara mandiri meningkatkan kualitas dan cakupan pelayanan air minum secara berkesinambungan yang secara tidak langsung dapat meningkatkan kinerja PDAM itu sendiri. (datin ck/nrm/puskom publik kementerian pupr/lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini