Ads


» » » Integrasi Sawit Sapi (ISS),Penggemukan dan Pembiakan Sapi Tetap Berada di Kandang


Batanghari,Jambi,-"Baik penggemukan maupun pembiakan dilakukan dengan sistem intensif yaitu sapi tetap berada di kandang, tidak digembalakan di luar kandang," ujar Ir.Zainal Prayitno, Manager Integrasi Sawit Sapi (ISS) PTP Nusantara VI (Persero) Jambi-Sumbar kepada wartawan BeritaRayaOnline di Kabupaten Batanghari, Jambi, Rabu sore (11/2/2O15) sembari menunggu kedatangan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang akan berkunjung ke ISS PTPN Nusantara VI (Persero) Jambi-Sumbar.

Dijelaskan lagi oleh Ir.Zainal Prayitno, kondisi terkini, fokus kegiatan adalah penggemukan (fattening) dan pembiakan (breeding).

"Rata-rata kenaikan berat badan sapi O,5 -1,2 kg per hari.Untuk meningkatkan kenaikan berat badan sapi per hari terus menerus dilakukan penyempurnaan komposisi pakan bekerja sama dengan lembaga penelitian maupun pusat penelitian," katanya.

Menurut Ir.Zainal Prayitno, kotoran sapi merupakan sumber potensi keuntungan karena dapat digunakan sebagai pupuk kompos untuk mendorong percepatan penyerapan pupuk anorganik ( 1 ekor sapi rata-rata menghasilkan 5-7 kg kotoran per hari).

"Pada saat ini sedang dalam kajian bekerjasama dengan PPKS Medan untuk pembuatan pupuk NPK organik yang berasal dari kotoran sapi," ujarnya.

Jumlah pedet s/d 1 februari 2O15 adalah sebanyak 489 ekor dengan komposisi Bali, jantan 66 ekor, Bali betina 73 ekor, PO jantan 157 ekor, PO betina 19O ekor, Simmental jantan 1 ekor, dan Simental betina 2 ekor.Stok sapi dewasa dan pedet s/d 1 Februari 2O15 untuk sapi Bali,PO,Simmental, BX, total sapi dewasa betina , sisa sapi 538 ekor, jumlah 7O1 ekor, jantan 224 ekor.Total pedet betina 265 ekor, jumlah 489 ekor, sehingga total sapi 1.19O ekor.

Ditambahkan oleh Ir.Zainal Prayitno, Manager ISS, pengembangan dan kerjasama usaha yaitu pembuatan pupuk organik NPK bersama PPKS Medan.Pembuatan pupuk organik NPK Majemuk yang telah disepakati dalam mou No.O6.O7/Mou/O6/2O12.Pengembanganbiakan ternak sapi untuk sapi bakalan, pelatihan dan peningkatan keterampilan pelaksana lapangan, serta kerjasama dengan Dinas Peternakan dan Universitas Jambi.

"Pendampingan pemeriksaan kesehatan sapi, pengembangan formula pakan dan model ransum komplit atau complete cattle feed berbentuk pellet wafer cubes,"ujarnya.(pulo lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini