Ads


» » » Mentan Tanam Padi Varietas Organik di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah


news

Klaten, BeritaRayaOnline,-Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, melakukan tanam padi varietas organik di Desa Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Kamis (15/1/2015). Kegiatan ini dilaksanakan masih dalam rangka program swasembada pangan nasional, dengan konsentrasi unggulan pada varietas organik rojo lele, beras hitam dan IR 64 untuk daerah Klaten, Jawa Tengah.

Dalam kesempatan ini, Mentan menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian telah mengambil langkah kongkrit di awal masa jabatanya dengan melaksanakan refocusing anggaran.
 
“Perjalanan dinas, biaya hotel, biaya seminar dan biaya lainnya kami cabut Rp 4,1 triliun dan akan dibagikan ke seluruh petani Indonesia termasuk Klaten. Saya sadar bahwa ini ada yang senang dan tidak senang,tapi saya paksa”, ujar Mentan.

Dari keadaan tersebut Mentan mengambil kebijakan agar pegawai lingkup Kementan untuk bekerja di lapangan. Saat ini pegawai Kementan akan disebar di seluruh Indonesia, setiap kabupaten ada yang mengawal.

Di lokasi ini, Mentan juga akan memberikan benih, pupuk, dan alsintan untuk Klaten dan akan merevitalisasi jaringan irigasi untuk 4.000 Ha. Mentan menargetkan peningkatan produksi 30 persen bisa dicapai dalam waktu 1-1,5 tahun di Klaten.

Pada kesempatan yang sama, Mentan mengisntruksikan kepada pengurus dari PT. Petrokimia dan PT. Pusri agar pendistribusi pupuk tidak mengalami hambatan. Tahun 2015 diharapkan tidak ada petani yang mengirimkan pesan kepada Mentan mengeluh keterlambatan pupuk. Kelancaran distribusi pupuk juga untuk rakyat.

“Tolong diawasi. Kalau terlambat hubungi kami, kalau masih terlambat, datang satu orang wakili Klaten ke kami,” pesan Mentan kepada masyarakat untuk mengawasi penyaluran pupuk tersebut

Mentan memberikan keterangan kepada masyarakat Klaten selama perjalanannya melihat kondisi pertanian di Indonesia, dan Mentan selalu menemukan permasalahan yang sama di lapangan, yakni irigasi yang rusak, benih yang tidak ada ketika musim tanam, pupuk yang langka ketika musim produksi, permasalahan alsintan dan permasalahan penyuluh.(pulo lasman simanjuntak)


eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini