Ads


» » » Mentan :"Saya Sudah Kunjungi 2O Provinsi, Masalahnya Cuma Satu Soal Jaringan Irigasi"

Ngawi, Jawa Timur, BeritaRayaOnline,Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengakui selama memangku jabatan hampir tiga bulan, ia sudah kunjungi 2O provinsi- sampai ke ujung Provinsi Aceh- untuk melihat permasalahan pertanian baik itu areal persawahan, jaringan irigasi tersier, pupuk, hama,bibit, alat -alat pertanian (Alsintan) dan sebagainya.

" Masalahnya yang kami temukan di lapangan sama cuma satu yaitu soal jaringan irigasi," tegasnya dalam rapat koordinasi dengan empat bupati (Ngawi,Magetan, Madiun, dan Pacitan ) serta jajaran Dinas Pertanian, Kementerian Pertanian, dan TNI AD dalam hal ini Kodim O805 di ruang pendopo Kantor Bupati Ngawi Budi Sulistyono, Selasa malam (27/1/2O15).

Masalah kedua,lanjut Mentan dalam pengarahannya, serapan pupuk yang masih rendah, tahun 2O14 hanya terserap 20 Persen."Tanaman semusim tidak seperti membangun gedung atau membangun irigasi,"katanya.

Pupuk masih sering terlambat.Namun dalam waktu yang cepat Presiden telah menerbitkan berupa Perpres 172 tahun 2O14 untuk penunjukkan langsung.

"Semua harus kerja cepat ini semua untuk mendukung swasembada pangan dalam kurun waktu tiga tahun.Pupuk, benih, traktor sdh penunjukkan langsung.Contohnya bantuan traktor ke Kabupaten Ngawi bisa dipercepat," tegasnya.

Pada bagian lain dari pengarahannya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengakui saat ini dari 31 juta rumah tangga petani ada penurunan rumah tangga petani sekitar 5 juta, sehingga perlu ada teknologi untuk mengatasi masalah ini.

"Oktober 2O15 delapan bulan lagi atau 245 hari kita akan segera berhadapan dengan Thailand,Myamar,dan vietnam dalam rangka pasar bebas Asean.Kalau beras mereka masuk ke Indonesia maka petani kita terancam gulung tikar gulung tikar.Namun,kalau sampai Oktober kita bisa tingkatkan produksi padi maka impor beras bisa kita ditekan ," ujarnya.

"Sperma beku sapi (IB) Insyah Allah 2 juta semen beku kita siapkan stok kami 8 juta.. Semen beku dari Singosari sudah di ekspor ke Jepang dan Amerika Serikat.Namun, kalau sapi sudah bertumbuh besar sayangnya sapi tersebut kita impor masuk kembali ke Indonesia, ini kan tidak benar," katanya mengakhiri pengarahan seraya menambahkan impor daging sapi jeroan dari Australia juga sudah "ditutup" apalagi diketahui hati dan jantung sapi itu" gudangnya" sumber penyakit.(Lasman Simanjuntak)
Biaya perjalanan dinas jadi traktor.biaya perjalanan dinas jadi traktor dan pembangunanb irigasi.
Ada irigasi 2OO ribu ha di bgawi, di magetanb 35OO hektar, opacitan 2OOO madiun 5OOO ribu hekatr.
Benih jagung ada 2OOO Ha di ngawi.
Petani tebu menangis di nbgawi itu benar.





eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini