Ads


» » » Mentan Andi Amran Sulaiman :" Luar Biasa dan Cantik Ini Bendungan Budengan"

Ngawi,Jatim, BeritaRayaOnline,"Luar biasa Pak Bupati Ngawi ini bendungan.Cantik ini, kenapa enggak dari dulu digenjot begini.Apa Presiden Bapak Jokowi besok bisa tinjau bendungan ini.Ya, kebahagiaan masyarakat, itu kebahagiaan saya juga," ucap Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan muka berseri-seri saat meninjau pekerjaan pengerukan lumpur yang juga melibatkan TNI-AD di Bendungan Budengan, Desa Legundi, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Selasa sore (27/1/2O15).

"Kami sudah sering lihat bendungan ini di Kabupaten Ngawi.Lumpurnya luar biasa sejak tahun 1982 tak dipelihara.Baru sekarang dikerjakan pengerukan lumpur, satu minggu bisa selesai," katanya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman lalu menyuruh ajudan telepon ke Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono.Mentan akan mengkoordinasikan penyelesaian pekerjaan bendungan ini ke Kementerian PU cq Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA).

"Hallo.Hallo..ini Menteri Pertanian...apa Bapak Menteri PU ada, saya mau bicara.O, beliau sedang sakit, sakit apa ya.Kalau begitu sambungkan saya ke Dirjen SDA PU saya mau laporkan pekerjaan Bendungan Budengann" kata Mentan Andi Amran Sulaiman sambil terus memegang Hp-nya.Lalu terlibatlah pembicaraan langsung via telepon dengan Dirjen SDA Kementerian PUPR Mudjiadi.

"Saya sudah telepon PU untuk segera menangani bendungan ini," katanya kepada wartawan BeritaRayaOnline yang terus berada di samping Mentan.

Kepada wartawan-termasuk BeritaRayaOnline-Menteri Pertanian bercerita sedimentasi di Bendungan Budengan, Desa Legundi, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, sudah terjadi selama 33 tahun dan telah mencapai 7OOOM3.Parahnya sedimentasi ini dibiarkan selama 33 tahun, akibatnya jika semula mampu mengairi areal persawahan di 14 desa di 3 Kecamatan (Karangjati,Pangkur, Kwadungan) kini hanya mampu 1O desa, itupun hanya di Kecamatan Karangjati.

"Terakhir dilakukan pengerukan tahun 1981 atau sudah 33 tahun belum pernah dilakukan normalisasi. Normalisasi bendungan dengan luas penyangga lahan pertanian 1.593 Ha ini sangat penting.Ini lantaran pasca terjadi sedimentasi yang cukup lama itu hanya mampu mengairi lahan pertanian di 1O desa saja.Akibat sedimentasi lumpur sejumlah desa di Kecamatan Pangkur dan Kwadungan yaitu Desa Pohkoyal, Babadan, Banget dan Karangsono justru tidak bisa dialiri.Padahal saat beroperasi tahun 1971 sampai di dua kecamatan itu," jelasnya.

Sementara keterangan yang dihimpun wartawan BeritaRayaOnline di Ngawi, Rabu pagi (28/1/2O15), tumpukan lumpur di Bendungan Budengan sekitar 7OOO meter kubik.Dibangun tahun 1971 dan dilakukan perbaikan tahun 1981 sebagai penyangga pengairan di 14 Desa di tiga kecamatan meliputi kecamatan Karangjati (1O desa), Kecamatan Pangkur (2 desa) dan Kecamatan Kwadungan (2 desa).Belasan tahun terakhir hanya mampu mengairi 1O desa di Kecamatan Karangjati dengan dua kali musim tanam.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan lagi akibat sedimentasi dan hanya mampu mengairi areal persawahan di 1O desa hanya mampu panen dua kali setahun.
"Maka setelah dikeruk diharapkan dapat menambah indeks pertamanan dua kali paneb menjadi 2,5 kali panen,"ucapnya.

Ketersediaan air yang mencukupi dan optimalnya fungsi bendungan dinilai penting untuk mewujudkan swasembada pangan.Diakuinya masih ada kerusakan 16 jaringan irigasi tersier di Kabupaten Ngawi.

Mentan berjanji bakal melakukan perbaikan bendungan ini sehingga produktivitas hasil panen dapat dioptimalkan.Sebab Kabupaten Ngawi merupakan lima terbesar daerah penyangga lumbung padi di Provinsi Jawa Timur."Kalau 16 jaringan irigasi tersier diperbaiki, swasembada pangan bakal terwujud di Kabupaten Ngawi," selanya penuh optimis.

Bupati Ngawi Budi Sulisyono mengatakan pihaknya sudah memerintahkan SKPD terkait melakulan usulan normalisasi Bendungan Budengan ke pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.Namun, sampai saat ini belum dapat prioritas.

Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Kab.Ngawi,Marsudi, menjelaskan usai dilakukan pekerjaan poengerukan lumpur (sedimentasi) luasan sawah yang dialiri air dari bendungan tersebut terus bertambah yakni dengan masuknya Desa Pohkoyal Babadan di Kecamatan Pangkur, termasuk Desa Banget dan Desa Karangsono di Kecamatan Kwadungan.

"Selama ini bendungan itu hanya mampu mengairi 1O desa di Kecamatan Karangjati sehingga indeks pertamanan dapat ditingkatkan dari dua kali tanam menjadi 2,5 tanam setahun dengan produktivitas hasil panen rata-rata 6,5 ton gabah kering giling.Bendungan ini pada saat ini jadi prioritas untuk mewujudkan swasembada pangan," tegasnya.(Lasman Simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini