breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
RAPBN 2015 Kementerian PU Sebesar Rp 74,2 Triliun

Share This

Jakarta, BeritaRayaOnline,-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pembacaan nota keuangan dan RAPBN 2015 (15/8) mengatakan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dialokasikan dana sebesar Rp 74,2 triliun. Presiden mengatakan dengan adanya pengembangan infrastruktur sebagai faktor utama, diharapkan biaya logistik akan menurun dari 25,2 persen terhadap PDB pada tahun 2013 menjadi 23,6 persen dari pada tahun 2015

Disamping konektivitas, Kementerian PU mengemban tugas pembangunan infrastruktur irigasi dan waduk dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan air bersih serta pembangunan sarana dan prasarana pengaman pantai.

Ditemui setelah jumpa pers seluruh Menteri bidang Perekonomian, Menteri PU Djoko Kirmanto mengatakan  hampir sama dengan tahun 2014, Kementerian PU mendapatkan Rp 74,2 triliun, yang intinya terbagi menjadi 4 kelompok besar.

“Pertama, adalah menunjang konektivitas, kalau kita bicara konektivitas di PU kaitannya dengan jalan, jadi meningkatkan jalan-jalan yang masih substandar, di luar itu banyak jalan nasional yang lebarnya hanya 5 meter kita ingin tingkatkan minimal 7 meter, dan untuk peningkatan itu ada 2300 km yang akan ditingkatkan konstruksi maupun lebar jalannya,” kata Menteri PU.

Kemudian dana tersebut akan dipakai untuk membangun jalan tol yang memerlukan support pemerintah, untuk tol yang secara finansial tidak layak. Seperti tol Medan-Kualanamu, tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan),  tol Menado – Belitung dan tol Kertosono.

“Itu dialokasikan dari dana dalam rangka konektivitas,selain itu juga preservasi jalan yang lebih dari 30000 km yang harus tetep kita jaga dan juga kita ingin mendapatkan kemantapan jalan yang sekarang 94 persen tahun depan menjadi 96 persen, meningkatkan pemantapan jalan membangun jalan baru di perbatasan dan sebagainya itu ada 153 km, peningkatan jalan, pelebaran dan peningkatan konstruksi sepanjang 2300 km ,disamping kita juga masih akan membangun banyak flyover dan underpass,” tambah Djoko.

Kelompok 2, lanjut Djoko, yaitu ketahan pangan dan ketahanan air. Saat ini, waduk yang sedang on-going ada 21 waduk, 195 embung yang akan dibangun di tahun 2015. Disamping itu juga, akan dibangun jaringan-jaringan irigasi baru seluas 33000 hektar, irigasi rawa 10000 hektar, serta air tanah di 65 titik.

“Ketiga, saya sekarang akan bicara masalah infrastruktur dasar, itu adalah infrastruktur yang langsung menunjang kebutuhan masyarakat, seperti air minum, sanitasi, persampahan dan sebagainya,” jelas Djoko.

Nantinya, akan diselesaikan pembangunan drainase di 53 kota di seluruh Indonesia, manajemen sampah di 41 kota/kabupaten, kemudian ada Sistem Pembangunan Air Minum (SPAM) regional di 6 kawasan, yang salah satunyadi Denpasar, lalu SPAM di Ibukota Kecamatan (IKK) di 159 IKK , SPAM pedesaan,lalu pembangunan infrastruktur air minum di 1700 desa.

“Terakhir, bagaimana kita menghindari daya rusak air, orang tidak bisa hidup tanpa air, namun air bisa merusak segala macam,” kata Menteri PU.

Maka pengendalian banjir seperti ciliwung, tetap akan diperbaiki, terdapat sepanjang 125-140 km tanggul-tanggul sungai,seperti di Ciliwung, Bengawan Solo, Pesanggrahan. Lalu ada pekerjaan Sabo Dam atau cek dam, untuk banjir, kemudian ada banjir lahar harus ada cek dam atau sabo yang harus kita perbaiki, sabo yang dikerjakan sebanyak 26 buah.

“Disamping itu, seperti disampaikan Presiden tadi akan ada perkuatan pantai, jadi pemeliharaan pantai itu ada 22,5 km,” tambah Djoko.

Djoko mengungkapkan bahwa program tersebut diatas berdasarkan program yang sudah ada di RPJMN. Merupakan program-program dasar, yang boleh diubah, diperkuat maupun dikurangi.

“Itu tergantung pada keputusan pemerintah yang akan datang, tapi yang kita maksudkan ini semua sudah ada di RPJMN, yang memang sudah ada, kita sudah punya RPJP, RPJMN sampai 2019. Dan program tahunan kita itu berdasarkan RPJMN, namun itu hak sepenuhnya dari pemerintahan baru,” jelas Menteri PU.

Tetapi Djoko optimis, pemerintah yang baru akan menghadapi hal tersebut secara rasional, program program yang telah disusun dapat diterima, dan hanya sedikit saja yang tidak diterima.(puskom pu/lasman simanjuntak)




«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama