Bogor , BeritaRayaOnline,- - Wakil Menteri Pertanian RI Rusman Heriawan menyatakan potensi kenaikan harga pangan menjelang dan selama bulan Ramadhan tidak akan mempengaruhi pasar.

"Potensi kenaikan harga menjelang dan selama Ramadhan memang akan terjadi, tetapi ini tidak akan mempengaruhi pasar, artinya baik itu pedagang, konsumen dan pemerintah memaklumi," kata Wakil Menteri.

Rusman mengemukakan hal itu dalam acara sosialisasi dampak pemanasan global dan workshop pengelolaan sawit yang ramah lingkungan dan berkelanjutan  yang berlangsung pertengahan pekan ini di  Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis.

Wamentan mengatakan, menghadapi Ramadhan dan Lebaran, stok beras mencukupi sehingga tidak perlu membahas impor untuk memenuhi kebutuhan.

"Tahun ini ada kenaikan produksi beras, jika di 2013 sebesar 70 juta ton dalam bentuk gabah kering giling, tahun ini kita targetkan sebesar 72 hingga 73 juta ton," kata Wamentan.

Selain itu, lanjut Wamentan, untuk mencukupi ketersediaan beras pada Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri, Kementerian Pertanian akan menggunakan beras yang ada di Bulog.

Sedangkan untuk pangan lainnya, seperti cabai, bawang dan jenis sayuran lainnya, lanjut wamentan, juga mencukupi karena masih ada panen di beberapa daerah.

Menurut menteri, potensi kenaikan harga diprediksikan akan terjadi, tetapi selama toleransinya masih 10 persen akan menjadi hal biasa. Mengingat kondisi demikian menjadi tradisi yang terjadi selama Ramadhan dan Lebaran.

"Pedagang menaikkan harga, konsumen maklum dan pemerintah juga selama fluktuasi tidak terlalu tinggi, masih toleransi 10 persen belum perlu operasi pasar," kata Wamentan.

Terkait stok daging, menurut Wamentan, saat ini semua penyedia daging melakukan penahanan pemotongan, selama Ramadhan ini mereka melakukan pemotongan secara mencicil dan semuanya menunggu akan melakukan pemotongan jelang puasa dan lebaran.

"Jadi pada waktu lebaran stok daging akan melimpah karena semua mengeluarkan daging potong. Semua efek ini seperti biasa," katanya.

Menteri menambahkan, kondisi kenaikan harga tahun ini berbeda dengan kondisi tahun sebelumnya. Bila tahun lalu se-bulan sebelum puasa dan lebaran harga-harga sudah melambung naik, sehingga menyebabkan kenaikan harga sangat tinggi.

"Tahun ini sebulan sebelum puasa kenaikan masih relatif normal, saya tidak mengatakan tidak akan ada kenaikan harga. Karena sudah normal, semua harga akan naik saat puasa dan lebaran," kata Wamentan.(antaranews.com/lasman simanjuntak)