Ads


» » » Penambahan Lajur Ruas Cikupa-Balaraja Barat Gunakan Pembetonan dengan Metode CRCP




Teks Foto : Dokumentasi pelaksanaan pelebaran Cikupa-Balaraja Barat (foto atas), dan Wiwiek D Santoso, Presiden Direktur PT.Marga Mandalasakti/ MMS (foto bawah). (Foto : Dokumentansi/Lasman/BeritaRayaOnline)

 Tangerang, Banten, BeritaRayaOnline,- PT MargaMandalasakti (MMS) selaku pengelola jalanTol Tangerang–Merak, telah merampungkan pengerjaan penambahan lajur ruas Cikupa-Balaraja BaratTolTangerang-Merak. Dengan selesainya penambahan lajur ini maka ruasBitung – Balaraja Barat menjadi 3 lajur.

Dengan demikian kapasitas jalan lebih besar dan diharapkan dapat memberi manfaat bagi para pengguna jalan serta memberi dukungan positif bagi sektor perekonomian dan pariwisata propinsi Banten khususnyaTangerang. 

Hal ini disampaikan Presiden Direktur MMS Wiwiek D. Santoso dalam Acara Media Gathering  Selasa,10 Juni 2014 di Komplek Gerbang Tol Cikupa.
 
MMS memulai pengerjaan pelebaran sejak bulan April 2013 lalu, yang dipercayakan kepada mitra kerja MMS yakni PT Jaya Konstruksi Manggala PratamaTbk, PT AdhiKarya (Persero) Tbk dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk serta PT Mitrapacific Consulindo International dan PT Adhy Dutaprima sebagai konsultan pengawas teknik.
 Proyek ini dibagi menjadi tiga paket pengerjaan di antaranya paket I pada KM 31+550 s.d KM 34+500 arah Merak& KM 32+000 s.d KM 34+500 Arah Jakarta. Paket II pada KM 34+500 s.d KM 36+300 arah Merak dan arah Jakarta. D,an paket III pada KM 36+300 s.d KM 38+750 arah Merak dan arah Jakarta pada jalan Tol Tangerang – Merak.


Dalam acara ini secara jelas dipaparkan mengenai pekerjaan pelebaranjalan dan jembatan di ruas Cikupa-Balaraja Barat.Penambahan lajur ini menggunakan pembetonan dengan metode Concrete Reinforced Continuous Pavement (CRCP) atau metode perkerasan yang terdapat slab besi yang berkesinambungan. 

“Metode CRCP ini kami gunakan karena dinilai sangat efektif untuk menahan beban kendaraan dan umur jalan akan bertahan lebih lama” ujar Direktur Teknik & Operasi MMS, Sunarto Sastrowiyoto.

Teks Foto  : Sunarto Sastrowiyoto, Direktur Teknik & Operasi PT.MMS (Foto  : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)
Agar keamanan berkendaraan terjaga, konstruksi ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar.Oleh karena itu, butuh ketelitian dan perhitungan akurat agar Tulangan Perkerasan (KerangkaBeton) dapat dirajut kokoh.

Dalam proses penambahan lajur ini sedikit menyebabkan kemacetan karena adanya penyempitan jalan pada saat aktivitas pekerjaan tersebut. Sebagai antisipasi dan solusi, MMS memberikan rambu-rambu jalan agar pengguna jalan tetap berhati-hati mengemudikan kendaraannya.MMS juga memberlakukan sistem buka tutup pada lajur yang selesai dibeton agar kemacetan dapat terurai.

Dengan adanya penambahan lajur ini membuktikan komitmen MMS untuk selalu memberikan pelayanan yang optimal bagi para pengguna jalantol Tangerang-Merak."Kami sadar akan pentingnya akses jalan tol Tangerang-Merak dalam peningkatan pertumbuhan perekonomian serta pariwisata Banten. Ini menjadikan MMS untuk selalu berupaya meningkatkan pelayanan bagi para pengguna jalan" ujar Wiwiek D.Santoso.

Menurutnya, pertumbuhan sektor industri dan wisata ini yang kami antisipasi agar kelancara, kenyamanan, dan keamanan pengguna jalan tol Tangerang-Merak tetap terjaga. Dan sekaligus mendorong investor maupun masyarakatuntuk memilih Banten sebagai tempat investasi dan tujuan wisata.

Mengusung tema "penambahan lajur ruas tol Cikupa-Balaraja Barat mendukung sektor perekonomian dan pariwisata Banten" tentunya mendapat tanggapan positif dari pemerintah Kabupaten Tangerang.

 Bertindak sebagai nara sumber Ahmed Zaki Iskandar memaparkan program pemerintahan terkait dalam perekonomian dan pariwisata sejalan dengan adanya peningkatan kenyamanan akses jalan tol Tangerang-Merak.Melalui penambahan lajur ini diharapkan mampu mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik lagi pada tahun 2014 dan seterusnya.



Sesuai dengan Program Pemerintah dalam sektor Pariwisata, pengembangan pariwisata Provinsi Banten diidentifikasikan atas 204 Obyek Daya Tarik Wisata (ODTW) menurut RIPPDA Pariwisata tahun 2006 yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi
Banten. 

Sementara itu sekitar 100 ODTW (49,0%) merupakan obyek wisata yang potensial untuk dikembangkan. Hal ini tentunya harus didukung oleh infrastruktur serta akses yang memadai.Dengan adanya penambahan lajur ini, MMS membuktikan komitmennya untuk terus berupaya mendukung program Pemerintah.

Tanpa terasa perjalanan waktu uhingga jelang 25 tahun ini, MMS telah hadir menghubungkan kehidupan dan mendorong pertumbuhan perekonomian di ruas jalan yang membentang sepanjang lebih dari 72 kilometer.Selama itu pula,MMS selalu mengupayakan untuk memberikan layanan jalan tol yang lancar, aman, dan nyaman agar dapat semakin meningkatkan mobilitas dan pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah ProvinsiBanten.(press release/lasman simanjuntak)
















eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini