Ads


» » Menteri Kesehatan dr.Nafsiah Mboi Minta Cukai Rokok Dinaikkan

Jakarta,BeritaRayaOnline,- - Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi telah menyurati Kementerian Keuangan untuk menaikkan cukai rokok. Menurut dia, ini dilakukan untuk mengurangi konsumsi rokok masyarakat.

"Kalau harga rokok mahal, orang yang sebenarnya kurang mampu dan generasi muda mikir dua hingga tiga kali untuk membeli," kata Nafsiah usai acara konferensi nasional tentang tembakau di Jakarta, Jumat, 30 Mei 2014.

Dia mengatakan kenaikan cukai ini juga dapat menambal APBN yang sekarang tengah defisit.

Nafsiah tak menjelaskan berapa besaran cukai yang diharapkannya. Namun menurut dia, cukai rokok yang ditetapkan pemerintah saat ini adalah sebanyak 55 persen dari harga. Sedangkan di luar negeri, besaran cukai tersebut mencapai 60-80 persen.

Muhammad Kartono dari Indonesian Tobacco Control Network malah meminta pemerintah tak membatasi cukai tersebut. Alasannya agar pemerintah bisa menaikkan cukai itu kapan saja. "Jadi, jangan dipatok. Kalau perlu 100 persen," katanya.


Pengendalian Tembakau
"The 1st Indonesian Conference on Tobacco or Health (ICTOH) 2014", sebuah ajang konferensi tingkat nasional di bidang pengendalian tembakau yang digelar selama tiga hari di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, berakhir Sabtu, 31 Mei 2014.

Mengusung tema "Tobacco Control: Saves Lives, Saves Money", konferensi yang baru pertama kali diadakan di Indonesia ini menghasilkan beberapa rekomendasi terkait pengendalian tembakau.

Salah satunya adalah meminta pemerintah untuk menaikkan pajak produk tembakau dan meminta DPR RI mengamandemen UU 39 tahun 2007 tentang cukai, khususnya menghapus ketentuan tentang tarif paling tinggi cukai rokok.

"Cukai rokok yang saat ini hanya 55 persen harus dinaikkan minimal 80 persen. Selain bisa menambah devisa negara, harga rokok yang mahal bisa membuat keluarga yang tidak mampu akan berfikir dua kali untuk membeli rokok. Dengan begitu, jumlah perokok di Indonesia bisa dikurangi," kata dr Kartono Mohamad selaku Ketua ICTOH 2014 di Jakarta, Sabtu (31/5/2014).

Rekomendasi lainnya yang dihasilkan dalam ICTOH 2014 antara lain meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk sesegera mungkin mengaksesi Konvensi WHO tentang Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (FCTC), serta menyerukan kepada DPR RI untuk membatalkan atau tidak melanjutkan pembahasan RUU Pertembakauan usulan industri rokok dan para pendukungnya.

"Kami juga mendesak pemerintah untuk melarang semua jenis iklan rokok, termasuk promosi dan sponsorship, serta mendukung pelaksanaan pictorial health warning (PHW) serta kawasan tanpa rokok," imbuhnya.

Selain itu, lanjut dia, pemerintah juga perlu mempertimbangkan memasukkan pengetahuan tentang bahaya buruk merokok terhadap kesehatan ke dalam kurikulum pendidikan anak sedini mungkin.
ICTOH 2014 ini diselenggarakan oleh Tobacco Control Support Center - Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (TCSC - IAKMI), Indonesia Tobacco Control Network, bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI, International Union Against Tuberculosis and Lung Disease (IUATLD) dan World Health Organization (WHO).

Konferensi ini menghadirkan 392 delegasi dari 28 provinsi yang terdiri dari pemerintah, perwakilan 25 universitas, perwakilan 7 organisasi professional, LSM, penggiat hak asasi manusia, pelajar, dan media.(dbs/lasman)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini