Ads


» » » Mentan Suswono : Target 2014 Produksi Susu 1,245 Juta Ton, Produktivitas 10,49 Liter Per Hari !



Makassar, BeritaRayaOnline,-Dengan adanya cetak biru persusuan Indonesia tersebut semua pemangku kepentingan telah mempunyai acuan yang sama. Untuk 2013-2014 sebagai tahapan persiapan dan pemantapan. Rencana aksi meliputi review kebijakan dan regulasi, peningkatan berbagai aspek antara lain populasi dan produktivitas ternak perah, produksi, kualitas, konsumsi, industri pengolahan dan pemasaran produk susu. 

Target yang hendak dicapai pada tahun 2014 adalah produksi susu 1,245 juta ton, produktivitas 10,49 liter per hari, populasi 748,5 ribu ekor dan tingkat konsumsi 13 liter per kapita per tahun setara dengan 13,4 kg per kapita per tahun. Target tersebut merupakan ekspresi dari motivasi kita untuk mengejar ketertinggalan dari negara lain di ASEAN seperti Malaysia dengan konsumsi susu sebesar 36,2 kg per kapita per tahun, Thailand 22,2 kg per kapita per tahun dan Philipina 17,8 kg pen kapita per tahun (sumber data FAO).

Demikian sambutan Menteri Pertanian Suswono pada acara Peringatan Hari Susu Nusantara di Makassar, Minggu (1/6/2014).



"Keberhasilan kita melalui tahapan persiapan dan pemantapan 2013-2014 akan sangat menentukan untuk dapat memasuki tahapan Persusuan Nasional Maju 2015-2020 dan tahapan Persusuan Nasional Berdaulat 2021-2025. Pada kesempatan HSN 2014 ini kami mengajak instansi terkait dan pemangku kepentingan lainnya untuk melakukan evaluasi dan menyusun percepatan yang perlu dilakukan sebagai upaya untuk mewujudkan komitmen semua pihak terkait," katanya.



Dikatakan lagi oleh Menteri Pertanian Suswono, peningkatan produksi susu segar dalam negeri menjadi fokus utama yang perlu didukung dengan suatu aksi yang memberikan hasil nyata untuk dapat mengimbangi kebutuhan. Kebutuhan susu berpotensi meningkat, dengan adanya peningkatan ekonomi dan daya beli masyarakat, pengetahuan terhadap pentingnya minum susu serta makin banyaknya makanan dan minuman yang memerlukan susu sebagai bahan baku.


"Upaya peningkatan populasi dan melalui Penguatan Modal Usaha kelompok (PMUK) sejak tahun 2006 dan peningkatan produktivitas antara lain melalui pengembangan pakan dan pengawasan mutu, belum dapat mengejar laju pertumbuhan kebutuhan susu. Pertumbuhan produksi dalam negeri 2-3 % per tahun sedangkan pertumbuhan kebutuhan lebih dari 6 % pen tahun," ujarnya.



Menurut Mentan, peternakan sapi perah dengan skala usaha kecil belum mampu mandiri dan berkembang serta bersaing dengan susu impor yang berasal dari negara maju dengan tingkat efisiensi yang tinggi sehingga harga relatif rendah. Pada tahun 2013 (sumber data BPS) total nilai impor susu dan produk susu mencapai US$ 904,9 juta, meningkat hampir 100 % dibandingkan dengan nilai tahun 2009 sebesar US$ 460,1 juta.

 "Dari subsektor peternakan, nilai impor susu dan produk susu tahun 2013 ini, menempati urutan terbesar pertama dan untuk sektor pertanian menempati urutan terbesar kelima setelah gandum, kapas, kedele, jagung dan produk ­produknya," ucapnya.



Menghadapi persaingan global khususnya Asean Economic Community (AEC) 31 Desemben 2015, peningkatan daya saing menjadi hal penting disamping mendorong berbagai sumber daya lokal yang dapat mensubstitusi produk impor. 

"Pada kesempatan ini kami menghimbau kepada pihak terkait di daerah sentra produksi susu sapi seperti Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat yang total kontribusinya terhadap produksi susu sapi nasional sangat dominan (98%) untuk dapat meningkatkan daya saing. Untuk daerah di luar Jawa yang memiliki potensi pengembangan pakan dan modal, memberikan prioritas bagi pengembangan usaha sapi penah. Bagi daerah-daerah yang memiliki potensi ternak perah lainnya sepenti kerbau, kambing dan kuda perlu dikembangkan agar kontribusinya untuk memenuhi kebutuhan susu nasional dapat meningkat.
," kata Mentan Suswono.



Sejalan dengan upaya peningkatan produksi, tentunya juga perlu dukungan serana dan prasanana untuk produksi, pengolahan dan pemasaran yang merupakan bantuan dan kerjasama dari seluruh stakeholder terkait, pusat maupun daerah. Hal yang tidak dapat diabaikan adalah pengembangan teknologi mulai dari pemuliabiakan, budidaya, pakan dan inovasi pengembangan produk olahan susu. Untuk aspek ini peran Lembaga Penelitian dan Pengembangan serta Perguruan Tinggi terus ditingkatkan.   Demikian juga peningkatan kemampuan sumber daya manusia.


Beberapa contoh kegiatan yang perlu dikembangkan lagi adalah upaya yang dilakukan pada tahun 2014 melalui kerjasama dengan PT. Foterra Brand Indonesia melaiui program Foterra Dairy Scholarship dalam penerapan good farming practice, pengembangan populasi kerbau penah melalui Penguatan Modal Usaha Kelompok dan kerjasama dengan penguruan tinggi. Kementerian Pentanian sangat mendukung terbangunnya kemitraan usaha yang saling menguntungken den berkelanjutan dalam tenwujudnya pengembangan usaha dan peningkatan produksi susu segar dalam negeri.



"Sudah barang tentu, program penting yang perlu dicakup adalah program edukasi kepada anak sekolah mengenai pentingnya minum susu dan pengenalan aktivitas industri persusuan mulai dari hulu sampai hulir, sehingga menanamkan sejak dini menggemari dan bangga terhadap produk susu dalam negeri," kata Menteri Pertanian Suswono.




Peringatan Hari Susu Nusantara setiap tahun merupakan wujud dari kepedulian kita kepada peternak, pelaku usaha, industri susu, masyarakat termasuk pelajar sebagai generasi penerus bangsa. Saya mengharapkan, agar program dan kegiatan yang dikembangkan oleh berbagai pihak baik dan pemerintah pusat dan daerah, kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak dan lembaga lainnya dapat saling melengkapi dan bersinergi sehingga memberikan percepatan peningkatan produksi dan konsumsi susu segar dalam negeri untuk menuju terwujudnya ketahanan pangan nasional.

 "Kita harus optimis bahwa melalui pengembangan potensi yang kita miliki, produksi susu nusantana pada akhirnya dapat mengatasi ketergantungan yang besar pada impor dan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat 20 liter per kapita per tahun dari peternakan negeri sendiri," kata Mentan Suswono mengakhiri sambutannya pada Peringatan Hari Susu Nusantara. (lasman simanjuntak)


eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini