Ads


» » » Ajang Konstruksi Indonesia 2O14 Dukung MP3EI dan Sambut MEA 2015


Jakarta,BeritaRayaOnline-Kementerian Pekerjaan Umum kembali mengadakan ajang Konstruksi Indonesia 2O14 (KI 14) sebuah ajang tahunan yang diadakan guna merangkul para pemangku kepentingan dari sektor konstruksi baik Indonesia dan negara lainnya seperti yang tergabung dalam ASEAN.

Sektor konstruksi harus menjadi salah satu sektor prioritas pemerintah mendatang demi mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri sejalan dengan master plan Percepatan Perluasan dan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) khususnya dalam peningkatan konektivitas antar pulau dan koridor ekonomi serta menyambut masyarakat ekonomi Asean (MEA) yang akan diterapkan di Indonesia 2O15.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak dalam jumpa pers Konstruksi Indonesia 2O14 bertemakan "Harmonisasi Konstruksi Indonesia untuk menyongsong era masyarakat ekonomi Asean" di Jakarta, Kamis sore (5/6/2O14) menjelaskan pasar tunggal Asean bukan berarti pasar bebas yang sebebas-bebasnya.Untuk melakukan usaha jasa konstruksi di Indonesia, Badan Usaha Jasa Konstruksi Asing (BUJKA) harus bekerjasama dengan Badan Usaha Jasa Konstruksi Nasional (BUJKN) yang berkualifikasi besar dalam bentuk joint operation (JO) atau Joint Venture (JV) dengan foreign equity participation (penyertaan modal asing) saat ini dibatasi maksimal sebesar 55 persen untuk kontraktor dan 51 persen untuk konsultan.

"Batasan tersebut akan menjadi 7O persen setelah terbentuknya MEA pada akhir 2O15.Dengan demikian jelas bahwa masuk atau tidaknya BUJKA ke Indonesia tergantung pada kesiapan daya saing BUJK.Saat ini terdaftar 16 BUJKA yang telah membentuk representative office atau kantor perwakilan di Indonesia," katanya.

Sementara itu,lanjutnya, BUJKN kualifikasi besar yang akan menjadi pesaing atau mitra BUJKA tersebut yang terdaftar di LPJK saat ini berjumlah lebih kurang 1.3OO badan usaha.

Di samping itu tenaga kerja jasa konstruksi asing juga masih dibatasi hanya untuk level direktur, manager dan expert serta harus memenuhi ketentuan dalam peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan dan keimigrasiaan.

Pergerakan tenaga kerja (movement of natural person/MNP) secara umum juga dibatasi pada tiga status yaitu businnes visitor,intra-corporate (dalam satu perusahaan) dan contracted persen (tenaga kerja yang dipekerjakan oleh BUJKA yang telah mendapat kontrak kerja).

Artinya, tidak dimungkinkan adanya tenaga kerja ASEAN yang mencari pekerjaan secara individu (job seeker) di Indonesia.Diyakini tenaga kerja konstruksi Indonesia memiliki daya saing komparatif yang relatif tinggi di lingkungan Asean.

Sementara itu Kepala Badan Pembinaan Konstruksi (BP Konstuksi) Hediyanto W.Husaini mengatakan tujuan penyelenggaraan K1'14 adalah untuk (1) memupuk kepercayaan dan kebanggaan masyarakat terhadap pelaku konstruksi nasional, (2) meningkatkan kompetensi dan profesionalismepelaku konstruksi nasional dan (3) sebagai ajang promosi dan perluasan jaringan bisnis untuk membangkitkan investasi dan gairah konstruksi nasional.

"Adapun pemilihan tema K1'14 dilatarbelakangi oleh kebutuhan untk mengkonsolidasikan dan mensinergikan seluruh upaya pemangku kepentingan dalam MEA 2015 baik di pa konstruksi domestik maupun pasar ASEAN lainnya,"ujarnya.

Hediyanto juga mengungkapkan pemerintah berkomitmen untuk mendorong dan memfasilitasi perluasan akses pasar konstruksi di negara-negara ASEAN baik melalui pengurangan hambatan akses pasar di negara tujuan, promosi kemampuan pelaku konstruksi nasional, diplomasi bisnis, fasilitasi akses permodalan dan penjaminan, perjanjian penghindaran pajak ganda informasi dan pemetaan pasar serta lingkungan usaha di negara tujuan (market intelligence) maupun pengembangan kapasitas badan usaha dan SDM konstruksi.

"Dengan berbekal pengalaman melaksanakan pekerjaan konstruksi di berbagai negara di Timur Tengah, Afrika, Timor Leste dan negara ASEAN lainnya saya yakin badan usaha dan tenaga kerja konstruksi Indonesia akan mampu memenangkan persaingan dengan badan usaha dan tenaga kerja konstruksi dari negara ASEAN lainnya" kata Kepala Badan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Hediyanto W Husaini.

"Untuk memaksimalkan daya saing pelaku konstruksi nasional dalam menghadapi MEA 2015 kita harus segera mewujudkan Indonesia Incorporated yang sudah sejak lama kita harapkan," katanya lagi.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK), Tri Widjajanto menekankan pentingnya standar kompetensi pekerja terampil dan ahli konstruksi sebagai bagian dari upaya peningkatan daya saing pelaku konstruksi nasional diharapkan dapat bertukar pikiran dan membangun kerjasama dalam mewujudkan konstruksi yang berkelanjutan.

Peluang pengembangan konstruksi Indonesia diantaranya tercermin pada target pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus meningkat dengan signifikan yaitu sekitar 6 % per tahun yang memerlukan dukungan infratsruktur yang memadai. Oleh karena itu, Konstruksi Indonesia 2014 dirancang untuk mengkonsolidasikan industri konstruksi nasional agar dapat berkontribusi secara maksimal dalam menguasai pasar konstruksi ASEAN dalam kerangka MEA 2015 yang secara tidak langsung akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.(lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini