Ads


» » » Realisasi Persetujuan Pembiayaan Program Revitalisasi Perkebunan Mencapai Seluas 237.315 Hektar



Teks Foto : Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian,  Ir.Gamal Nasir ketika memberikan sambutan pada pertemuan koordinasi program revitalisasi perkebunan tahun 2014di Hotel Grand Pasundan, Kota Bandung, Kamis pagi (8/5/2014). (Foto :Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Hotel Grand Pasundan, Bandung, BeritaRayaOnline,-Dalam pelaksanaan program revitalisasi perkebunan capaian pengembangan energi. nabati, revitalisasi perkebunan (KPEN-RP), realisasi persetujuan pembiayaan program revitalisasi perkebunan seluruhnya seluas 237.315 hektar (dari 343 ribu hektar) dengan rincian komoditi kelapa sawit seluas 225,183 hektar, karet 1O.612 hektar, dan kakao 1.52O hektar yang mendapat pembiayaan dari 11 bank pelaksana (dari rencana awal 17 bank).Namun, dari 11 bank pelaksana tersebut hanya 9 bank yang telah menyalurkan kredit KPEN-RP tersebut.

Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan mengatakan hal tersebut pada pembukaan Pertemuan Koordinasi Program Revitalisasi Perkebunan Tahun 2O14 di Hotel Grand Pasundan, Bandung, Kamis pagi (8/5/2O14) yang berlangsing sampai 9 Mei 2O14.

"Dari hasil realisasi tersebut dapat disampaikan  program revitalisasi perkebunan ini telah dapat mendorong pengembangan ekonomi wilayah di 23 provinsi pada 93 kabupaten serta telah memberdayakan 115.995 kepala keluarga yang terlibat dalam pembangunan perkebunan,"jelasnya.

Perkembangan sampai Maret 2O14 ini menunjukkan telah terbangun kebun untuk kegiatan peremajaan dan perluasan 139.914 hektar.

"Hal ini tentu berimplikasi pada meningkatnya kebutuhan sarana dan input misalnya, besarnya kebutuhan pupuk tahun 2O14 untuk pemeliharaannya berkisar 76.219 ton.Bila rata-rata harga pupuk Rp 6.5OO per kg maka pada tahun ini akan terjadi peredaran uang untuk kebutuhan pupuk kira kira Rp 495 Miliar," katanya.

Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan sebelumnya mengatakan dalam rangka upaya percepatan pembangunan perkebunan rakyat pemerintah pada 2OO6 mengeluarkan kebijakan yang mendukung peningkatan sektor riil dimana salah satu termasuk sektor pertanian.

Pada 2OO7 dimulai pengembangan perkebunan melalui program revitalisasi perkebunan mencakup komoditi yang mempuinyai potensi untuk mendukung penerimaan devisa negara dan sekaligus dapat membantu kesejhateraan pekebun.(lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini