Ads


» » » PVT Terus Bertambah Guna Tingkatkan Industri Perbenihan Dalam Negeri dan Swasta


Teks Foto : Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Ir.Hari Priyono, M.Si, seusai meresmikan Stasiun Pengujian BUSS Perlindungan Varietas Tanaman Pusat PVTPP di Kampung Manoko, Desa Cikahuripan Kecamatan Lembang ,Kabupaten Bandung Barat , Jawa Barat, Rabu (14/5/2014) berkesempatan meninjau stand pameran berbagai varietas tanaman. (Foto  :Lasman Simanjuntak/ BeritaRayaOnline)

Lembang, BeritaRayaOnline,- Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat, 225 varietas tanaman sudah mendapatkan sertifikat Perlindungan Varietas Tanaman (PVT). PVT akan terus bertambah dalam meningkatkan Industri perbenihan dalam negeri oleh swasta.

"PVT ada 225 yang sudah dilindungi dan terdapat 480 sedang mengajukan dan tahun ini lebih dari 100 akan siap mendapatkan sertifikat PVT," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertanian Ir.Hari Priyono, M.Si, pada acara peresmianpembangunan Stasiun Pengujian BUSS ((Baru, Unik Seragam, Stabil) Pusat PVTPP, Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian di Kampung Manoko, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat,  Jawa Barat, Rabu (14/5/2014).

Menurutnya  pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan perlindungan khusus kepada pemegang hak perlindungan varietas tanaman (PVT). Manfaat perlindungan PVT ini diharapkan bisa mendorong tumbuh kembang industri perbenihan dalam negeri oleh pihak swasta.

"Pada waktu yang akan datang diharapkan dunia usaha dapat semakin berperan sehingga lebih banyak varietas tanaman yang lebih unggul dan lebih beragam dapat dihasilkan," katanya.

Peresmian  Stasiun Pengujian Uji BUSS di Kampung Manoko, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung barat, Rabu (14/5/2014)  dihadiri oleh aparat pemerintahan setempat seperti lurah, camat, kepala dinas pertanian dan kehutanan, asosiasi benih, dan tokoh masyarakat serta pejabat dari Kementerian Pertanian.

Hak PVT ialah hak khusus yang diberikan negara kepada pemula dan atau pemegang hak perlindungan varietas tanaman untuk menggunakan sendiri varietas hasil pemuliannya atau memberi persetujuan kepada orang atau badan hukum lain untuk menggunakannya selama waktu tertentu.

Sebuah varietans tanaman dapt diberi PTV apabila memenuhi persyaratan yaitu baru, unik, seragam, stabil, (BUSS).

Dikatakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertanian Ir.Hari Priyono, M.Si , baru jika pada saat penerimaan permohonan hak PVT, varietas tersebut belum pernah diperdagangkan di Indonesia, meski sudah diperdagangkan di luar negeri. Tapi tidak lebih dari empat tahun untuk tanaman semusim dan enam tahun untuk tanaman tahunan.


Dan dikatakan unik bila varietas tersebut dapat dibedakan secara jelas dengan varietas. Lain yang keberadaannya sudah diketahui secara umum.

 Disebut seragam bila dilihat dari sifat-sifat. Tidak mengalami perubahan setelah ditanam berulang-ulang atau untuk yang diperbanyak melalui siklus perbanyakan khusus. Selain itu, tidak mengalami perubahan pada setiap akhir siklus tersebut.
 PVT ini semakin penting mengingat pemuliaan varietas unggulan di Indonesia sampai saat ini masih banyak dilakukan oleh lembaga penelitan Pemerintah.

Perlindungan tersebut juga tidak dimaksudkan untuk menutup peluang bagi petani kecil memanfaatkan varietas baru untuk keperluan sendiri, serta dengan tetap melindungi varietas lokal bagi kepentingan masyarakat.


Sementara itu, Kepala Sub Bidang Sertifikasi Sri Susilowati menjelaskan, untuk pendaftaran varietas tanaman gratis, tetapi jika untuk pendaftaran perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) dikenakan biaya.

"Pendaftaran varietas gratis Kalau pendaftaran PVTPP bayar, biaya pendaftaran 250 kalau uji valiaditas tergantung pengujian,"jelasnya.


Sri Susilowati mengatakan, untuk mendapatkan sertifikasi memerlukan waktu maksimal dua tahun namun itu bisa cepat jika tidak ada masalah saat di pengujian masyarakat. "Kita uji di lapangan kemudian kita memilih varietas perbandingan dan pengujiannya di lapangan 3 kali, total maksimal 2 tahun sesuai prodesur PVTPP," katanya.

Nantinya, sertifikat itu ada masa berlakunya untuk jenis tanaman musim masa berlakunya selama 20 tahun sedangkan tanaman tahunan berlaku selama 25 tahun. Jika sertifikat itu sudah berakhir masa berlakunya, varietas tanaman itu sudah menjadi hak pemilik yang memproduksi.


"Untuk berlakunya sertifikat kalau sudah selesai jadi milik produsennya kalau tanaman musiman jenisnya kayak pepaya, tomat, ubi, buncis. Kalau tanaman tahunan itu kayak sawo," jelasnya.(dbs/lasman simanjuntak)
  


eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini