Ads


» » » Penanganan Jalan Pantura Meliputi Penanganan Rutin, Berkala, dan Rekonstruksi


Cirebon, BeritaRayaOnline,- Secara umum penanganan Pantura mempunyai konsep dasar sama dengan jalan nasional lainnya.

(1) Seluruh jalan yang berkondisi baik dan sedang ditangani pemeliharaan rutin sepanjang tahun dengan tujuan mempertahankan kondisi yang ada.Khusus untuk kondisi sedang yang hampir rusak (nilai IRI 8 s/d 8) mendapat penanganan pemeliharaan berkala.

(2) Jalan dengan kondisi rusak ringan (IRI 8 s/d 12) mendapat penanganan pemeliharaan berkala atau rekonstruksi.

(3) Jalan dengan kondisi rusak berat (IRI di atas 12) harus ditangani dengan rekonsttruksi.Dengan konsep ini penanganan jalan Pantura meliputi penanganan rutin, berkala, dan rekonstruksi.

Demikian dikatakan Dirjen Bina Marga Ir.Djoko Murjanto didampingi Kepala Balai IV Ditjen Bina Marga, Ir.Heddy, Kepala Balai V Ditjen Bina Marga Ir.Bambang Hariyadi dan Kombes(Pol) Istiono, Kabag.Ops Mabes Polri serta Drs.Ace Hirmawan, Kabag Humas Puskom PU kepada wartawan di Cirebon, Senin sore (19/5/2O14).

Menurutnya, kerusakan jalan di Pantura yang sering ditemui terutama pada lokasi flexible pavement dan lalu lintas yang padat sekali.Hal ini disebabkan terutama (1) konstruksi badan jalan sudah cukup tua, sebagian belun tersentuh penanganan rekonstruksi atau dengan kata lain perbaikan yang dilaksanakan masih sebatas pada perkerasan belum menyentuh badan jalan.

(2) Beban yang diterima terlalu berat (lebih 1O ton beban gandar), melebihi kapasitas daya dukung dan perkerasan maupun badan jalan.

(3) Tanah datar merupakan endapan atau rawa, muka air tanah yang cukup tinggi menyebabkan badan jalan sangat rentan terhadap air tanah.

(4) Umur rencana perkerasan maupun badan jalan sudah melebihi batas menyebabkan kapasitas daya dukung menurun dengan sendirinya.

(5) Jumlah lalu lintas harian rata rata Pantura sekitar 2O ribu sampai 4O ribu kendaraan per hari.
"Peningkatan kapasitas jalan menjadi 2 kali 7 meter untuk mengurangi kepadatan lalu lintas.Optimasi penggunaan rigid pavement dengan memperbaiki kondisi lapis pondasi badan jalan melalui penggantian material atau recycling," kata Dirjen Bina Marga Ir.Djokop Murjanto.

Pemnbangunan simpang tak sebidang untuk mengurangi titik kemacetan pada persimpangan sebidang.Pembangunan jalan lingkar untuk mengalihkan lalu lintas menerus.

Penerapan kontrak pekerjaan berbasis kinerja (performance base contract) yang telah dilaksanakan pada lima ruas di Pantura yaitu Ciasem-Pamanukan, Demak-Trengguli, Bojonegoro-Padangan, Padangan-Ngawi dan Semarang-Bawen.

"Percepatan pembangunan jalan tol Trans Jawa untuk mengalihkan dan mengurangi beban lalu lintas pada jalur Pantura.Koordinasi antar instansi untuk mengatasi overloading kendaraan berat dan hambatan samping seperti pasar tumpah, on street, dan lain lain," ujarnya.(lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini