Ads


» » » Mentan : Beberapa Daerah Masih Terjadi Keterlambatan Tanam

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Berdasarkan evaluasi kinerja pelaksanaan kegiatan pembangunan pertanian pada beberapa tahun terakhir masih dijumpai beberapa upaya yang masih bisa kita perlu tingkatkan yaitu pada beberapa daerah masih terjadi keterlambatan tanam, keterlambatan dalam antisipasi serangan OPT, belum optimalnya upaya penanganan bencana alam yang berdampak pada sektor pertanian,serapan anggaran belum mencapai target dan realisasi keuangan menumpuk pada akhir tahun serta beberapa kegiatan yang dilakukan saat ini berdampak pada kinerja tahun berjalan melainkan baru berdampak pada tahun mendatang," kata Menteri Pertanian Suswono ketika membuka Musrenbangtan Nasional 2O14 di Jakarta, Selasa pagi (13/5/2O14).

Menurutnya, penyerapan anggaran 2O14 sampai akhir 2O14 baru mencapai 11,56 persen masih terlalu rendah, sehingga perlu diupayakan percepatan penyerapannya.

"Terhadap kebijakan penundaan pencairan dana bansos saat ini BPKP sedang melakukan reviuw dan akan memberikan rekomendasi agar tidak seluruh dana bansos di Kementerian Pertanian sesungguhnya untuk melaksanakan tugas dan fungsi yang sangat terkait dengan musim tanam yang tidak bisa ditunda.

"Belajar dari pengalaman tersebut saya minta kepada segenap jajaran pemerintah daerah khususnya yang berada di lingkup pertanian agar mulai 2O14 ini dilakukan berbagai perubahan mendasar guna meningkatkan kinerja anggaran dan kegiatan kita," ujarnya.

Dikatakan lagi oleh Menteri Pertanian Suswono beberapa perbaikan yang perlu dilakukan antara lain (1) melakukan upaya intensifikasi dan ekstensifikasi dengan memanfaatkan lahan potensial yang belum dimanfaatkan secara optimal.

(2)meningkatkan kualitas perencanaan kegiatan agar senantiasa tepat dikaitkan dengan musim tanam dan waktui yang dibutuhkan untuk setiap kegiatan sehingga dapat memberikan dampak yang signifikan pada pencapaian target produksi.

(3) terus mengupayakan percepatan realisasi fisik di lapangan dan (4) mengintensifkan pengendalian dan pemantauan di lapangan agar dipastilan setiap kegiatan dilaksanakan secara efektif dan efisien sesuai dengan siklus produksi pertanian.

Berdasarkan prakiraan iklim yang dikeluarkan BMG diberikan signal bahwa tahun 2O14 akan menghadapi musim kemarau yang lebih panjang.Mengantisipasi perubahan iklim ini maka pada musim tanam sampai dengan Mei 2O14 harus tercapai target tanam sesuai dengan rencana.Pada musim kemarau mendatang memberikan peluang untuk menanam palawija lebih luas lagi.

"Ini kesempatan yang baik untuk pencapaian peningkatan produksi jagung dan kedelai," selanya.

"Oleh sebab itu seperti pengalaman kita pada beberapa tahun terakhir saya meminta agar permasalahan-permasalahan di lapangan dapat diselesaikan secara konkrit," katanya.

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan antara lain :
1.Kaji target produksi yang dapat dicapai secara maksimal
2.Rumuskan langkah-langkah konkrit untuk mengatasi hambatan penyaluran benih bersubsidi
3.Rumuskan pola operasional dan mekanisme peengawasan penyaluran pupuk yang lebih efektif.Bila perlu ditinjau kembali pengorganisasian dan cara kerja KP3
4.Tingkatkan peran unit kerja pengendalian hama dan penyakit yang lebih mobile,gerak cepat, dan efektif
5.Tingkatkan operasionalisasi penyuluhan yang terpadu antara BPTP, Dinas dan Bakorluh, Bapeluh dan BP3.Jangan lagi bicara soal kewenangan tetapi masing-masing tidak dikerjakan.
6.Intensifkan koordinasi di tingkat provinsi, kabupaten, hingga kecamatan atau desa, jangan banyak rapat yang tidak menyelesaikan masalah lapangan.Optimalkan pelaksanaan anggaran untuk kepentingan kegiatan gerakan peningkatan produksi.

"Saudara-saudara jangan sampai terjebak pada pola kerja yang hanya melaksanakan DIPA atau POK.
.Taati prosedur dan aturan yang berlaku sesuai peraturan perundang-undangan.(lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini