Ads


» » » Menkes : Terjadi Kenaikan Kematian Prematur akibat Penyakit Terkait Tembakau


 Teks Foto : Menteri Kesehatan dr.Nafsiah Mboi didampingi dr.Kartono Mohamad, Ketua Indonesia Conference on Tobacco or Health (ICTOH)2014 sedang memberikan keterangan pers di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Jumat (30/5/2014). (Foto  : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Jakarta,BeritaRayaOnline,- Dampak buruk akibat tembakau dan merokok pada kesehatan masyarakat di Indonesia tampak jelas pada hasil kajian Badan Litbangkes tahun 2O13.Hasil kajian menunjukkan telah terjadi kenaikan kematian prematur akibat penyakit terkait tembakau dari 19O.26O (2O1O) menjadi 24O.618 kematian (2O13), serta kenaikan penderita penyakit akibat konsumsi tembakau dari 384.O58 orang (2O1O) menjadi 962.4O3 orang (2O13).

Demikian sambutan Menteri Kesehatan dr.Nafsiah Mboi,Sp.A.MPH ketika membuka kegiatan Indonesia Conference on Tobacco or Health (ICTOH) di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Jumat pagi (3O/5/2O14).

Konferensi yang pertama kalinya diselenggarakan di Indonesia tersebut mengangkat pesan "Tobacco Control:Save Lives,Save Money".Hadir dalam pertemuan itu Dr.Kartono Mohamad (Indonesian Tobacco Control Network), Dr.Adang Bachtiar,MPH,SCD (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat), Dr.Ehsan Latief (International Union Against Tuberculosis and Lung Disease The Union) dan Dr.Khancit Limpakarnjanarat (WHO Representative Indonesia).

"Kondisi tersebut berdampak pula pada peningkatan total kumulatif kerugian ekonomi naik dari Rp 245 Triliun tahun 2O1O menjadi Rp 378,75 triliun tahun 2O13," kata Menkes.

Menurutnyan nilai kerugian ini lebih besar dibandingkan dengan jumlah uang yang diperoleh negara dari cukai rokok yakni Rp 87 triliun di tahun 2O1O dan Rp 113 triliun di tahun 2O13.

Menteri Kesehatan dr.Nafsiah Mboi mengatakan lagi kita perlu meningkatkan dan menyukseskan upaya pengendalian tembakau agar dampak buruk kesehatan yang diakibatkan tembakau dapat ditekan serendah mungkin atau bahkan dihapuskan sama sekali di tanah air kita.

"Selain itu masalah konsumsi tembakau jika dibiarkan dikhawatirkan dapat menyebabkan kemiskinan berkelanjutan antar generasi yaitu pemiskinan berlanjut dari generasi sekarang ke generasi berikutnya,"ucapnya.

Upaya pemerintah menyikapi besarnya tantangan pengendalian dampak buruk kesehatan akibat konsumsi tembakau telah dilaksanakan sejak beberapa dasa warsa lalu.Untuk maksud tersebut pemerintah bersama masyarakat melakukan upaya advokasi, sosialisasi,dan penerbitan regulasi serta diperkuat dengan pelembagaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai bagian dari upaya promotif-preventif dalam pembangunan kesehatan.Indikator keberhasilan PHBS mencakup tidak merokok di dalam rumah tangga, tempat kerja, dan di tempat-tempat umum.

"Saya ingin mengajak segenap hadirin dan seluruh masyarakat Indonesia untuk berjuang bersama guna mensukseskan pengendalian dampak buruk kesehatan akibat rokok di tanah air kita.Dengan demikian prevalensi perokok di Indonesia dapat menurun dan kelak tidak ada lagi perokok baru di negara kita," pesan Menkes.(lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini