Ads


» » » Menkes : Pemda Segera Terbitkan Regulasi Kawasan Tanpa Rokok

Teks Foto : Menteri Kesehatan dr.Nafsiah Mboi berfoto bersama dengan para peserta Indonesia Conference on Tobacco or Health 2014 "Tobacco Control, Saves Lives Saves Money" di Hotel Royal, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (30/5/2014). (Foto  :Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Hotel Royal Kuningan, BeritaRayaOnline,- Pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota yang belum menerbitkan regulasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) segera mengambil langkah untuk menerbitkannya. Langkah ini sangat penting demi melindungi ancaman gangguan kesehatan akibat lingkungan yang tercemar asap rokok.

Demikian dikatakan oleh Menteri Kesehatan dr.Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH dihadapan para kepala daerah dalam rangkaian peringatan Hari Tanpa Tembakau se-Dunia di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Jumat (30/5/2014).

Pada kesempatan tersebut Menkes menyampaikan apresiasi kepada jajaran pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota yang telah menunjukkan dukungan dan komitmen kuat bagi suksesnya pengendalian tembakau di tanah air. Dewasa ini telah ada 127 kabupaten/kota di 32 provinsi yang memiliki peraturan daerah (Perda) terkait Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Dalam sambutannya Menteri Kesehatan dr.Nafsiah Mboi mengatakan regulasi penting yang menjadi dasar pengaturan tentang pengendalian dampak buruk kesehatan akibat tembakau adalah Undang-Undang No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Undang-undang ini dijabarkan dengan Peraturan Pemerintah No.109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif berupa produk tembakau. Peraturan pemerintah tersebut juga mengamanatkan tentang keharusan mencantumkan Pictorial Health Warning (PHW) atau peringatan kesehatan bergambar pada setiap kemasan rokok. PWH akan diberlakukan berlaku sejak 24 Juni 2014 mendatang.

"Dengan penerapan semua peraturan perundangan terkait pengendalian tembakau dengan sungguh-sungguh, masyarakat akan makin sadar dan memahami tentang bahaya konsumsi rokok bagi kesehatan," katanya.

Pada peringatan Hari Tanpa Tembakau se-Dunia (HTTS) 31 Mei, Menkes menyerukan tema global World No Tobacco Day 2014 yaitu Raise Taxes on Tobacco atau "Tingkatkan Cukai Rokok". Dengan meningkatkan cukai, diharapkan tingkat konsumsi rokok dan jumlah perokok terutama perokok pemula makin menurun. Sementara itu, tema nasional HTTS 2014 adalah "Naikkan Cukai Rokok Lindungi Generasi Bangsa".

Selaras dengan hal tersebut, Menteri Kesehatan dr.Nafsiah Mboi mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomer 28 tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah, pada 1 Januari 2014 pajak rokok daerah mulai diberlakukan.


"Dengan demikian pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota memperoleh sumber pendanaan baru bagi pembangunan di daerahnya masing-masing, termasuk pembangunan kesehatan," ujarnya.

Sebagaimana diketahui pasal 31 Undang-Undang tersebut mengamanatkan agar minimal 50 persen dari pajak yang diterima Pemda diperuntukkan bagi upaya kesehatan masyarakat dan penegakan aspek hukum seperti pemberantasan peredaran rokok ilegaldan penegakan aturan sesuai peraturan perundang-undangan berlaku.

"Saya mengimbau kepada para gubernur, dan walikota/bupati di seluruh tanah air untuk memanfaatkan dana tersebut untuk mengutamakan promotif-preventif dalam pembangunan kesehatan sesuai aturan yang berlaku. Saya juga berharap agar adanya dana bersumber pajak rokok ini tidak menjadi pertimbangan untuk mengurangi alokasi anggaran bagi sektor kesehatan," ucapnya.(lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini