Ads


» » » Kementerian Pertanian Bisa Dirikan Balai Benih Hortikultura di Dataran Tinggi Tapanuli

Teks Foto : Ir.Marco Panggabean, MSi, Kepala Dinas Pertanian Humbang Hasundutan, Tapanuli, Sumatera Utara ikut sebagai peserta Sidang Regional Dewan Ketahanan Pangan di Hotel Horison, Bandung, Jawa Barat (Kamis/8/5/2014)  (Foto  : Lasman Simanjuntak, BeritaRayaOnline)



Hotel Horison , Bandung, BeritaRayaOnline,-Kementerian Pertanian bisa mendirikan Balai Benih Hortikultura (cabe, bawang merah, kentang, dan sayur kol) di dataran tinggi Tapanuli untuk dapat memproduksi benih hortikultura dan untuk tanaman padi di kawasan dataran tinggi.

Permintaan ini disampaikan Ir.Marco Panggabean, MSi, Kepala Dinas Pertanian Humbang Hasundutan, Tapanuli, Sumatera Utara kepada wartawan BeritaRayaOnline di sela-sela acara  Sidang Regional Dewan Ketahanan Pangan di Hotel Horison, Bandung, Jawa Barat, Kamis siang (8/5/2014).

Menurutnya,Balai Penelitian Pertanian bisa spesifik varietas unggul baru yang cocok dengan iklim seperti bawang merah di Kecamatan Bakti Raya yang sampai saat ini masih menggunakan bibit itu terus menerus."Hortikultura bawang merah khas Kecamatan Bakti Raya. Satu-satunya penghasil bawang merah di kawasan wisata sejarah Raja Sisingamangaraja, "katanya.

Menjawab pertanyaan lain dari wartawan BeritaRayaOnline mengenai permasalahan lain yang masih dihadapi Dinas Pertanian Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Ir.Marco Panggabean, MSi, soal pemasaran (Sumber Daya Manusia/SDM). "Masih terjadi 'mafia pasar', kita sudah prediksi di daerah lain. Cabe dan kentang kita punya produksi banyak tetapi tiba-tiba harganya anjlok. Sementara daerah lain sudah kita prediksi, produksinya malah kurang. Petani jadi rugi, harga jatuh. SDM kita juga masih tradisionil," ujarnya.

Sedangkan tentang permodalan, Kepala Dinas Pertanian Humbang Hasundutan,Tapanuli Utara, Sumut, meminta pihak perbankan bisa memberikan modal kepada petani dengan persyaratan yang tidak berbelit-belit.

"Untuk kredit horti dari perbankan persyaratannya jangan dipersulit. Dan, juga sarana pendukung cold storage atau mobil pendingin menempuh jarak angkutan 6-7 jam ke Kota Medan produk bisa tetap segar. Sampai saat ini belum ada cold storage , pedagang datang sendiri dan mengangkut sendiri sehingga sampai kota Medan kesegaran berkurang, inilah yang membuat petani tak bisa pertahankan harga," jelasnya.

Pada kesempatan itu Ir.Marco Panggabean menjelaskan tentang produk unggulan pertanian lainnya yaitu kopi Lintong Hasundutan yang sudah dapat ditemui di starbuck-starbuck coffe."Kopi Lintong Hasundutan akan dipamerkan dalam sebuah pameran di Italia.Ada pula kerjasama secara personal melalui pihak gereja untuk kopi organik, budidaya tak pakai zat kimia, untuk dibawa ke Perancis. Kita sudah kerjasama dengan kopi Lintong Nihuta , sehingga dapat ditemui seluruh starbuck-starbuck, sudah punya pasar di tempat ini. Tahun 2005 kopi ini sudah keluar SK.Menteri tentang pengakuan kopi ini," jelasnya. (lasman simanjuntak)


 


eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini