Ads


» » » Belum Ada warga Negara Indonesia yang Baru Pulang dari Arab Saudi Terkena Virus Corona


Teks Foto  :Menteri Kesehatan dr.Nafsiah Mboi, Sp.A, saat diwawancarai wartawan di Jakarta, Jumat pagi (2/5/2014) mengenai serangan virus Corona. (Foto :Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Jakarta, BeritaRayaOnline,-Hingga saat ini belum ada warga negara Indonesia yang baru pulang dari Arab Saudi terkena penyakit Midle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS CoV) atau Virus Corona.

"Ada yang telah kembali ke Indonesia, tetapi saat dilakukan pemeriksaan kondisi negatif," kata Menteri Kesehatan RI dr.Nafsiah Mboi, Sp.A kepada wartawan usai cara pelantikan pimpinan tinggi madya (eselon I) serta pengukuhan anggota majelis tenaga kesehatan Indonesia serta komite keselamatan pasien rumah sakit di kantor Kementerian Kesehatan di Jakarta, Jumat (2/5/2014).

Meskipun saat dilakukan pemeriksaan masih negatif, jika tiba-tiba muncul gejala flu  disarankan segera diobati. Pengobatan penyakit ini akan mudah diobati jika masih tahap awal.

Diterangkan, pasien yang terkena virus ini, jika telah masuk stadium lanjut, tidak hanya akan demam tinggi, tapi juga mengalami sesak nafas dan gagal ginjal.

Sebagai langkah antisipasi, di pelabuhan udara, pelabuhan laut, Kementerian Kesehatan telah menyediakan alat deteksi. Jika ditemukan pasien yang pulang dari Arab mempunyai gejalanya akan diisolir dan diobati terlebih dahulu.

"Tapi jika selama 14 hari sampai di Tanah Air mengalami keluhan batuk, demam dan sesak yang cepat dalam waktu 1 sampai 2 hari memburuk perlu berobat dan memberitahukan kepada petugas kesehatan," katanya.

BAGI para jamaah umrah asal Indonesia yang akan berangkat dan kembali dari ibadah umrah diminta melakukan tes kesehatan.

Anjuran yang disampaikan kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini menyusul terdeteksinya virus Korono yang menyebabkan penyakit pernapasan (MERS).

“Untuk mencegah penularan, jamaah diminta menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi, sering mencuci tangan dengan sabun,” ujar Kemenkes seperti dilansir situs Sekretariat Kabinet, Jumat (2/5/2014).

Selain itu, imbuhnya, saat berada dikerumunan, jamaah harus memakai masker. Jika terkena penyakit kronis jamaah dianjurkan menggunakan obat secara rutin. Bila mengalami gangguan kesehatan saat di Arab Saudi, jamaah dianjurkan berkonsultasi dengan dokter.

“Jika dalam dua hari tidak membaik, disarankan meminta pertolongan medis. Begitu juga setiba di Tanah Air dalam kurun 14 hari sepulang dari Arab mengalami sakit diminta segera ke dokter menjelaskan riwayat umrah,  dan mengikuti informasi seputar virus yang membawa - See more at: http://metropolitan.pelitaonline.com/news/2014/05/02/hindari-virus-berbahaya-jamaah-umrah-harus-tes-kesehatan#.U2NQk6IuvIU


 Diminta Waspada
   Masyarakat Indonesia yang akan melakukan perjalanan ke Arab Saudi diminta mewaspadai berjangkitnya penyakit Midle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS CoV) atau lebih dikenal dengan Virus Corona.


Bahkan, Menteri Kesehatan RI Nafsiah Mboi menyarankan, kalau tidak perlu keluar negeri, khususnya ke Arab disarankan jangan berangkat. Apalagi saat ini perkembangan virus sangat cepat.

"Mula-mula daerah Jeddah, Mekkah, Madinah kini sudah ditemukan kasusnya di Perancis. Bahkan hanya dalam tempo 24 jam ada 10 orang terkena,' kata  Menkes dr.Nafsiah Mboi, Sp.A

Kalaupun harus ke sana, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan imbauan atau peringatan bagi yang ingin melakukan perjalanan ke tanah suci, melalui Dinas Kesehatan di daerah hingga biro-biro perjalanan.

"Saya minta untuk menghindari berdekatan dengan orang yang mempunyai gejala-gejala penyakit itu karena gejalanya sama dengan virus yang lainnya," kata Nafsiah.

Kalau aktivitasnya harus bertemu banyak orang disarankan menggunakan masker sebagai langkah pencegahan penularan melalui pernafasan.

Jika masyarakat mempunyai penyakit kronis seperti penyakit jantung paru kronis, gangguan ginjal atau penyakit kronis lainnya lakukan pengecekan ke dokter sebelum pergi umrah atau haji. (dbs/lasman simanjuntak)
BAGI para jamaah umrah asal Indonesia yang akan berangkat dan kembali dari ibadah umrah diminta melakukan tes kesehatan.

Anjuran yang disampaikan kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini menyusul terdeteksinya virus Korono yang menyebabkan penyakit pernapasan (MERS).

“Untuk mencegah penularan, jamaah diminta menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi, sering mencuci tangan dengan sabun,” ujar Kemenkes seperti dilansir situs Sekretariat Kabinet, Jumat (2/5/2014).

Selain itu, imbuhnya, saat berada dikerumunan, jamaah harus memakai masker. Jika terkena penyakit kronis jamaah dianjurkan menggunakan obat secara rutin. Bila mengalami gangguan kesehatan saat di Arab Saudi, jamaah dianjurkan berkonsultasi dengan dokter.

“Jika dalam dua hari tidak membaik, disarankan meminta pertolongan medis. Begitu juga setiba di Tanah Air dalam kurun 14 hari sepulang dari Arab mengalami sakit diminta segera ke dokter menjelaskan riwayat umrah,  dan mengikuti informasi seputar virus yang membawa - See more at: http://metropolitan.pelitaonline.com/news/2014/05/02/hindari-virus-berbahaya-jamaah-umrah-harus-tes-kesehatan#.U2NQk6IuvIU


eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini