Ads


» » » Selalu Lakukan Koordinasi dengan Kementan, BMKG Siap Dukung Ketahanan Pangan

Hotel RedTop, Jakarta, BeritaRayaOnline,-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) siap mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan, khususnya swasembada pangan."Untuk itu kami selalu melakukan koordinasi dengan Kementerian Pertanian terkait ketepatan waktu musim tanam agar hasil panen sesuai harapan," jawab  Dra.Nurhayati, Msc Kepala Pusat Iklim Agroklimat dan Iklim Maritim Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam acara "Sosialisasi Bidang Meteorologi dan Geofisika Kepada Media Massa" bertempat di Hotel RedTop di Jakarta, Selasa (22/4/2014).

Menjawab pertanyaan wartawan  BeritaRayaOnline mengenai koordinasi BMKG dengan jajaran Kementerian Pertanian dalam mendukung ketahanan pangan, ia mengatakan lagi dengan Kementerian Pertanian hubungannya selalu akrab terutama dalam  usulan-usulan mengenai iklim kepada Kementerian Pertanian."Informasi dari BMKG dijadikan input  dan program kalender tanam atau katan yang merupakan kalender panduan kapan harus tanam bibit, pupuk air, dan sebagainya," jelasnya.

Dra.Nurhayati, Msc ketika memaparkan makalahnya berjudul "Dasar Pemahaman Informasi Iklim dan Informasi Klimatologi" pada program adaptasi iklim mengatakan pihaknya mempunyai Sekolah Lapang Iklim Indonesia (SLI) yaitu suatu bentukpendekatan yang memberdayakan petani dan penyuluh untuk memahami dan memanfaatkan informasi iklim secara efektif dalam mendukung pertanian."Semacam kegiatan sosialisasi dalam bentuk training penyuluh lapangan ke tingkat petani sampai menjangkau tingkat kecamatan," katanya.

SLI telah sukses dilaksanakan di 18 provinsi sentra pangan sejak 2010, merupakan studi lapangan berorientasi pada program praktis yang memberikan kesempatan kepada petani dan penyuluh untuk memahami iklim lebih jauh. Konsep SLI, sekolah lapang iklim level-1 (training of trainers), target pemerintah daerah, dan Dinas Pertanian waktu yang dibutuhkan 4 hari.

Kemudian Sekolah Lapang Iklim level-2 (training of trainers), target Dinas Pertanian, dan Ketua Kelompok Tani, waktu yang dibutuhkan 4 hari, pemandu dipilih dari peserta SLI1. Dan, Sekolah Lapang Iklim level-3 (program lapangan), target petani waktu yang dibutuhkan 4 bulan ( 12 kali pertemuan), pemandu dipilihdari peserta SLIII.

Sekolah Lapang Iklim untuk petani tahap 1 (training of trainers), , Dinas Pertanian dilatih oleh BMKG. Tahap II (training of trainers) petugas penyuluh lapang (PPL) daerah dilatih oleh Dinas Pertanian Daerah dan BMKG di bawah pengawasan BMKG. Tahap III (training of trainners) kelompok tani dilatih oleh Petugas Penyuluh Lapang (PPL) di bawah pengawasan BMKG.(lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini