Ads


» » » Obat Malaria Diberikan Secara Gratis di Puskesmas dan Rumah Sakit

Jakarta, BeritaRayaOnline,-Semua penderita malaria yang sudah dikonfirmasi dengan laboratorium (pemeriksaan darah) diobati dengan artemisinin based combination therapy atau ACT yaitu pengoobatan dengan kombinasi artemisinin. Obat tersedia di Puskesmas dan Rumah Sakit (RS) diberikan secara gratis.

Demikian dikatakan oleh Direktur Jenderal Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PPL), Kementerian Kesehatan, Prof.dr.Tjandra Yoga Aditama didampingi Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang, Dr.Andi Muhadir dalam temu media di Jakarta, Selasa siang (22/4/2014) sehubungan dengan Hari Malaria Sedunia  2014.

Menurutnya, intervensi pengendalian malaria yaitu jumlah kelambu yang sudah dibagikan 3,6 juta. Jumlah kelambu yang akan dibagikan tahun 2014 sebanyak 6,3 juta kelambu. Jumlah rumah yang disemprot tahun 2013 sebanyak 49.260, dan jumlah rumah yang disemprot tahun 2012 adalah sebanyak 47.966."Sedangkan jenis logistik program malaria, utama terdiri atas obat malaria, kelabu, RDT, mikroskop, reagensia, insektisida, dan spraycan," jelasnya.

Prof.dr.Tjandra Yoga Aditama menjelaskan lagi kebijakan pengendalian malaria yaitu (1) diagnosa konfirmasi mikroskop/uji reaksi cepat, (2) pengobatan dengan artemisinin combination therapy (ACT), (3) pencegahan dan pengendalian faktor resiko terpadu, dan (4) integrasi ke layanan kesehatan dasar.

" Kebijakan pengendalian malaria lainnya yaitu pemberdayaan dan kemandirian masyarakat melalui Posmaldes dan UKBM, forum kemitraan nasional gebrak malaria, penguatan sistem kesehatan, serta komitmen nasional dan internasional (MDGs)," ujarnya.

Gejala klinis malaria yaitu demam, menggigil, dan berkeringat (TRIAS MALARIA). Gejala lokal berupa sakit kepala, mual, muntah, diare, dan nyeri otot atau pegal-pegal.

"3,4 miliar penduduk dunia beresiko malaria pada 2012. Di seluruh dunia diperkirakan angka kematian malaria menurun 42 % pada seluruh kelompok usia antara 2000 sampai 2012. Pada 2012 diperkirakan terdapat 207 juta kasus malaria dan 627.000 kematian di seluruh dunia. Diperkirakan 3,3 juta kematian malaria dapat dihindari antara 2001 sampai 2012, dan 69 % dari kematian tersebut terjadi di 10 negara," katanya menjelaskan mengenai situasi malaria secara global.


Sementara mengenai kegiatan Hari Malaria SEDUNIA (HMS) 2014 yang bertemakan Invest in the Future, Defeat Malaria , tema nasional "bebas Malaria, Prestasi Bangsa" , Direktur Jenderal  Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kemenkes, Prof.Dr.Tjandra Yoga Aditama, mengatakan acara puncak berpa penyerahan sertifikat eliminasi malaria oleh Menteri Kesehatan kepada perwakilan kabupaten/kota dari 200 kabupaten/kota di Indonesia. Selain itu seminar malaria bekerjasama dengan PB IDI dilaksanakan di Jakarta.

Selanjutnya Pekan Imunisasi Dunia 2014 tujuan meningkatkan awareness masyarakat, stakeholder, dan media. Kegiatan pelayanan sepekan imunisasi kepada bayi dan balita yang belum melengkapi imunisasi dasarnya, dan penyelenggaraan seminar imunisasi yang akan diadakan 6 Mei 2014.Pekan imunisasi dunia 2014 berupa pencanangan pemberian vaksin pentavalen di seluruh Indonesia, deklarasi Indonesia bebas polio dengan penyerahan bebas polio oleh WHO Indonesia kepada Menteri Kesehatan RI, media briefing, dan talk show (lasman simanjuntak)

Foto oleh  :Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline




eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini