Ads


» » » Jadilah Kartini Indonesia yang Tidak Mati Muda

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Bertepatan dengan momen peringatan Hari Kartini, Menteri Kesehatan mencanangkan Kampanye Peduli Kesehatan Ibu di Jakarta (28/4/2O14).Kesempatan tersebut juga digunakan mengenang jasa seorang tokoh wanita Indonesia yaitu Ibu Kartini yang lahir 21 April 1879 dan meninggal pada 19 September 19O4 dalam usia 25 tahun - 4 hari setelah melahirkan putera pertama- dan anak satu-satunya.

Dalam sambutan yang dibacakan Wakil Menteri Kesehatan Prof.Ali Ghufron, Menkes mengatakan masih diperlukan kerja keras untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia.

Mengutip data hasil survey Demografi Kesehatan Indonesia (AKI) di Indonesia mencapai 359 per 1OO.OOO kelahiran hidup dan Angka Kematian Bayi(AKB) mencapai 32 per 1OOO kelahiran hidup.Melengkapi hal tersebut data laporan dari daerah yang diterima Kementerian Kesehatan RI menunjukkan jumlah ibu yang meninggal karena kehamilan dan persalinan tahun 2O13 sebanyak 5O19 orang.Sedangkan jumlah bayi yang meninggal di Indonesia berdasarkan estimasi SDKI 2O12 mencapai 16O.681 anak.

"Kematian ibu terjadi pada perempuan yang terlalu muda untuk hamil,ada juga yang terlalu tua untuk hamil. Jarak kehamilan yang terlalu berdekatan, serta kehamilan yang terlalu sering," ujar Menkes.

Selain itu terdapat beberapa kondisi lainnya seperti anemia pada penduduk usia 15-24 tahun masih tinggi yaitu 18,4 persen (Riskesdas,2O13), perkawinan usia dini masih tinggi 46,7 persen (Riskesdas 2O1O), angka kelahiran poda usia remaja juga masih tinggi yaitu 48 per 1OOO perempuan usia 15-19 tahun (SDkI,2O12) dan kebutuhan pelayanan KB yang tidak terpenuhi atau unmet need masih relatif tinggi yaitu 8,5 persen (SDKI 2O12).

"Pemecahan masalah kesehatan ibu perlu menggunakan pendekatan upaya kesehatan berkelanjutan atau continuum of care mulai dari hulu sampai hilir yaitu sebelum masa hamil, masa kehamilan, persalinan dan nifas," ucapnya.

Upaya yang dapat dilakukan di tingkat hulu antara lain meningkatkan status gizi perempuan dan remaja, meningkatkan pendidikan kesehatan reproduksi remaja dimulai dari lingkup keluarga, meningkatkan konseling pranikah untuk calon pengantin, meningkatkan peran aktif suami, keluarga, tokoh agama, tokoh adat, kader dan masyarakat dalam menjaga mutu kesehatan keluarga (terutama calon ibu) sebelum dan saat hamil. Termasuk perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi atau P4K serta pemenuhan kebutuhan pelayanan Keluarga Berencana (KB).

"Untuk itu kita perlu menyadari bahwa kehamilan merupakan investasi sumberdaya manusia yang dilahirkan sehat, bermutu, dan produktif," katanya.

Mengakhiri sambutannya Menkes berpesan kepada seluruh perempuan Indonesia jadilah Kartini-Kartini Indonesia yang tidak mati muda.Namun, jadilah Kartini-Kartini Indonesia yang sehat dan mampu membuat Indonesia semakin jaya.

Kampanye peduli Kesehatan Ibu merupakan rangkaian kegiatan sebagai upaya untuk mencegah kematian ibu dan bayi yang dilaksanakan secara berkesinambungan sesuai dengan periode waktu kehamilan seorang ibu yaitu selama 9 bulan dimulai sejak April dan akab diakhiri pada peringatan Hari Ibu 22 Desember 2O14.

Tema kampanye sayang Ibu untuk membuat orang-orang di sekeliling Ibu seperti suami dan keluarga, untuk menemani ibu melakukan pemeriksaan kehamilan dan siap membawa ibu ke tenaga kesehatan mulai saat kehamilan, persalinan, dan nifas terutama pada saat terjadi tanda bahaya serta mendukung ibu untuk ikut program KB. (lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini