Ads


» » » Menkes dr.Nafsiah Mboi : Kalau Pria Positif HIV Harus Gunakan Kondom !

Teks Foto : Menteri Kesehatan dr.Nafsiah Mboi, Sp A minta media massa untuk terus memberitakan  bahaya penyakit HIV/AIDS dan penggunaan kondom dalam rangka memperingati Hari Kartini di Kementerian Kesehatan, di Jakarta, Kamis siang (24/4/2014). (Foto  :Lasman Simanjuntak/ BeritaRayaOnline )

Jakarta, BeritaRayaOnline- Menteri Kesehatan dr.Nafsiah Mboi,Sp A mengimbau para pria yang melakukan seks berisiko untuk bertanggung jawab atas peningkatan kasus HIV pada anak di Indonesia.

Pasalnya, berdasarkan survei Kementerian Kesehatan di 20 kota, tercatat laki-laki yang melakukan seks berisiko atau pergi ke tempat pelacuran dan tidak mau menggunakan kondom meningkat dari 0,1 menjadi 0,7 atau 600 persen.

"Laki-laki supaya bertanggung jawab. Hindari seks berisiko dan semua narkoba khususnya pengguna narkoba suntik," ujar Menteri Kesehatan dr.Nafsiah Mboi, Sp A saat temu media dalam rangka memperingati Hari Kartinin terkait HIV dan AIDS pada wanita, di Kantor Kementerian Kesehatan, Rasuna Said, Jakarta, Kamis siang (24/4/2014).

Menkes menilai, para laki-laki yang melakukan seks berisiko tersebut sangat rentan menularkan penyakit kepada istri dan anak. Maka itu, pemeriksaan HIV lebih lanjut diperlukan suami istri.

"Periksa, tes HIV. Kalau salah satunya positif, pria harus menggunakan kondom. Karena kalau pria nggak pakai kondom, keduanya bisa berisiko menularkan HIV pada anaknya. Selain itu, suami istri yang terinfeksi harus diberi pengobatan kalau tidak ingin anaknya yatim piatu," ujar Menkes.

Menkes kembali menegaskan, himbauan ini diharapkan agar jangan sampai ada satu bayi yang lahir di Indonesia dengan HIV positif. Karena semua bisa dicegah dengan tes. "Kalau sudah terlanjur, beri pengobatan sedini mungkin," jelasnya.

Sebelumnya pada acara temu media tersebut Menteri Kesehatan dr.Nafsiah Mboi, Sp A, menyodor-
kan data-data perkembangan epidemi HIV (1) prevelensi HIV (%) pada populasi kunci 2007-2011,
 khusus LSL (laki-laki sama laki-laki) tahun 2007 sebesar 5,3, dan tahun 2011sebesar 12,4terjadi peningkatan 134 %. Untuk LBT (lelaki beresiko tinggi), tahun 2007 sebesar 0,1, dan tahun 2011 sebesar 07, terjadi peningkatan 600 %. Perkembangan epidemi HIV(2) prevalensi HIV (%) LSL (laki-laki sama laki-laki) sebesar 7 tahun 2009, 12,8 tahun 2013 meningkat 83%.LBT (laki-laki beresiko tingi) 0,4 tahun 2007, dan 0,2 tahun 2013,, menurun 50 %.

"Survey pertama dilakukan di 20 kota pengguna narkoba dengan jarum suntik turun 19 persen dan WPS tau wanita penjual seks dari 4 persen turun menjadi 3 persen. Sedangkan survey kedua dilakukan di 13kota yang berbeda dengan yang lalu LSL yaitu laki-laki dengan laki-laki naik 83 persen dan pengguna heroin meningkat lagi 46,3 persen," jelas Menkes.(dbs/lasman simanjuntak)


eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini