Ads


» » » Jumlah Penderita Tuberkulosis di Indonesia Masih Tertinggi Keempat di Bawah Tiongkok, India, dan Afrika Selatan

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Tuberkulosis atau disingkat TB adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Basil Tuberkulosis. Meskipun prevalensinya menurun cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir, namun jumlah penderita TB di Indonesia masih tertinggi keempat di bawah Tiongkok, India, dan Afrika Selatan.

Data terakhir pada 2012 menyebutkan, tingkat prevalensi TB di Indonesia mencapai 297 per 100.000 penduduk. Tingginya angka penderita TB di Indonesia ini membuat merek obat batuk "Bisolvon" tergugah untuk ikut ambil bagian dalam upaya memberantas penyakit TB di Indonesia.

Bekerja sama dengan Divisi Pulmonologi RSCM, pada  Sabtu (29/3) Bisolvon ikut berpartisipasi dalam peringatan "World TB Day" dengan topik "Reach The 3 Million - Find, Treat, Cure TB". Tidak kurang dari 450 peserta dari kalangan dokter, LSM dan masyarakat umum menambah pengetahuannya dalam mengatasi TB lewat seminar sehari ini.

Salah satu topik yang diangkat dalam peringatan "World TB Day" ini adalah mengenai batuk dan terapinya, serta antisipasi dini penyakit TB yang dibawakan oleh Telly Kamelia. "Bisolvon memiliki peran dalam memberantas penyakit TB di Indonesia, karena salah satu gejala penyakit TB yang sering dijumpai adalah batuk terus menerus dan terdapatnya dahak," jelas Dewi Isnaniar, Senior Brand Manager Bisolvon.



Zulkifli Amin dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM mengatakan, salah satu penyebab masih tingginya angka penderita TB adalah karena ketidakdisiplinan pasien dalam mengonsumsi obat, sehingga bisa membuatnya resisten terhadap obat saat mereka dianjurkan dokter mengonsumsi obat lagi. Padahal penderita TB diwajibkan mengonsumsi obat setiap hari selama setidaknya enam bulan awal.

"Biasanya kalau sudah enakan atau batuknya mereda, si pasien akan berhenti minum obat. Jadi keluarga atau tenaga kesehatan perlu memonitor langsung agar pasien patuh berobat. Dokter yang menangani juga perlu memberikan penjelasan yang detail tentang pengobatan TB. Karena memang ada beberapa obat yang menimbulkan efek samping seperti rasa mual. Kalau tidak dijelaskan, biasanya si pasien akan berhenti sendiri karena merasa tidak nyaman," kata Zulkifli Amin di Jakarta, Sabtu (29/3/2014).

Tuberkulosis sendiri, jelas Amin, bisa menular melalui udara, sewaktu pasien batuk, bersin, atau meludah. Bila menyerang paru-paru, gejala yang khas seperti batuk berdahak dalam waktu 2-3 minggu, nyeri dada dan batuk darah.(dbs/lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini