Ads


» » » Dirjen PPHP : Produk Pertanian yang Dihasilkan Tiap Wilayah Miliki Karakteristik Tertentu

Teks Foto : Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Kementerian Pertanian, Emilia Harahap, sedang memberikan penjelasan kepada wartawan di Jakarta ,Rabu pagi (30/4/2014), sehubungan dengan kegiatan dan promosi The 1 st Agricultural Product & Technology Expo 2014 berlangsung di Jakarta Convention Centre pada 1-4 Mei 2014. (Foto  :Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Jakarta, BeritaRayaOnline,-Untuk mendukung kehandalan dalam persaingan menghadapi tantangan dan perkembangan globalisasi khususnya Asean Economic Comunity (AEC 2015), kegiatan promosi terhadap produksi dalam negerisangat penting-termasuk kegiatan dengan tema khusus- seperti yang dikemas dalam The 1 st Agricultural Products & Technology Expo 2014 (The 14 th Agro & Food Expo 2014) dilaksanakan 1-4 Mei 2014 di Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan.

Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Kementerian Pertanian, Emilia Harahap, pada kesempatan temu media di Jakarta, Rabu pagi (30/4/2014), mengatakan alam tropis Indonesia memiliki produk pertanian yang dihasilkan di setiap wilayah memiliki ciri khas atau karakteristik tertentu yang menjadi unggulan masing-masing daerah.

"Kekhususan karakteristik produk tersebut dihasilkan dari pengaruh kondisi alam setempat, budaya dan interaksinya dengan msyarakat sekitar yang belum tentu dimiliki negara lain. Bahkan,daerah lain di Indonesia sendiri," katanya.

Kekhasan produk yang disebabkan oleh lingkungan geografis dan budaya setempat itu merupakan potensi yang luar biasa untuk dijadikan produk yang bersertifikasi Indikasi Geografis (IG) atau lebih dikenal dengan GI product atau produk IG."Mengingat potensi dan nilai lebihnya, maka produk Indikasi Geografis atau IG merupakan kekayaan yang perlu dilindungi dan dilestarikan"ujarnya.

Menurutnya, Indonesia merupakan salah satu anggota Trade Related of Intellectual Property Rights's (TRIPs) Agreement yang mewajibkan negara-negara anggota untuk menyusun peraturan tentang indikasi geografis."Hal ini untuk memberikan perlindungan hukum terhadap praktik atau tindakan persaingan yang tidak sehat. Ketentuan mengenai IG di Indonesia tertuang dalam Undang-Undang Nomer 15 tahun 2001 tentang Merk dan PP No.51 tahun 2007 tentang Indikasi Geografis.

Di samping produk IG, lanjut Dirjen PPHP, Emilia Harahap, Indonesia juga dikenal dengan kekayaan speciality product yaitu produk-produk yang mempunyai kelas tersendiri dari jenisnya dan unggul di pasaranseperti beberapa jenis kopi, rempah dan buah-buahan tropis termasuk produk-produk organik.Baik produk IG maupun specialty umumnya dari segi volume masih terbatas.Namun, mengingat nilainya yang tinggi dan permintaan pasar yang terus meningkat maka produk-produk tersebut merupakan produk andalan dan mempunyai prospek pasar yang sangat baik termasuk di pasar internasional.


"Pengembangan pertanian organik, produk IG dan specialty product dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kemajuan dan perkembangan pertanian Indonesia, peningkatan pengembangan wilayah serta peningkatan daya saing produk pertanian baik di pasar domestik maupun internasional.Beberapa hal di atas merupakan latar belakang tema expo tahun ini yaitu organic & specialty product," katanya.

Melalui expo ini antara lain ditujukan untuk (a) memfasilitasi pelaku agribisnis dalam mempromosikan potensi daerah dan peluang investasi di bidang agribisnis/agroindustri, (b) memberikan informasi perkembangan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai tambah, daya saing dan ekspor produk pertanian, (c) meningkatkan kecintaan dan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi produk pertanian dalam negeri. (lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini