Ads


» » » Tak Dapat Disimpan Lama, Benih Hortikulutra Berbeda dengan Tanaman Pangan

Jakarta, BeritaRayaOnline-"Benih tidak dapat disimpan lama karena benih hortikultura berbeda dengan tanaman pangan karena harus diperbarui dengan cara melihat OPT yang sangat cepat. Yang menjadi persoalan investasi di bidang budi daya hampir 80 persen dari petani kecil.Yang besar hanya bawang merah, pepaya, melon, dan semangka yang selalu ada atau tersedia di masyarakat," kata Direktur Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, Hasanuddin Ibrahim menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta, Selasa sore (8/4/2014) mengenai berapa kebutuhan benih hortikultura nasional, dan data kebutuhan sayur serta benih saat ini.

Berapa nilai investasi benih hortikultura, Hasanuddin Ibrahim memberi contoh PT.Agri Makmur Pertiwi (AMP) investasi tahun 2013 sebesar Rp 50 miliar dengan skala besar. Banyak produsen dengan skala kecil dalam 3-4 tahun, 90 % benih diproduksi di dalam negeri.

"Untuk nilai impor ada komoditas yang naik turun. Buah yang turun adalah jeruk, durian, melon, dan semangka, total 123 %. Sementara yang naik apel, anggur, dan pir," ujarnya.

Untuk impor naik yaitu bawang merah dalam kurun  2009 sampai 2013. Kentang olahan dan bawang putih turun. Dari 14 jenis item rata-rata 11,15% untuk nilai impor sayur.Penyebab adalah kentang olahan, wartel, jagung manis, kubis, bunga kol, dan brokoli. 

Hortikultura surplus dengan nilai 136 % atau senilai Rp 54,9 juta. Impor tahun 2012 US$ 5.963.442, tahun 2013 senilai US$ 699.592. Ekspor tahun 2012 sebesar US$ 29.669.107, dan tahun 2013 sebesar US$19.591.672. (lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini