Ads


» » » Syanni O, Digunakan Tuhan Dalam Pelayanan dengan Dua Kelompok Mata Buta

Teks Foto :Syanni O bersama seorang jemaat Pondok Berkat yang merupakan Cabang Sekolah Sabat  Konferens DKI Jakarta & sekitarnya duduk beristirahat sejenak setelah menyampikan Khotbah dalam bentuk Kesaksian berjudul "Apakah Engkau Meninggalkan Aku?" di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Jatinegara, Sabat (Sabtu) 29 Maret 2014. (Foto :Lasman Simanjuntak/ BeritaRayaOnline)

Jatinegara, BeritaRayaOnline,- 25 Juni 1987 dengan menggunakan mobil VW Combi serombongan pegawai sebuah perusahaan farmasi baru kembali dari kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, usai mengikuti peresmian pabrik farmasi oleh Menteri Kesehatan Prof.dr.Suyudi. Begitu mobil memasuki jalan tol Jagorawi dengan kecepatan tinggi ( sekitar 120 kilometer) -masih masuk kawasan Bogor menuju Jakarta- tiba-tiba dari arah berlawanan- dengan juga kecepatan tinggi -sebuah truk kontainer masuk ke jalur berlawanan dan langsung dari belakang menabrak keras VW Combi, braakkkk! empat orang penumpang langsung tewas di tempat,, dan sisanya luka-luka berat.

"Tahu-tahu saya sudah berada di rumah sakit . Sebagian wajah saya hancur karena benturan keras.Dan hebatnya lagi, kedua kelompok mata saya masih ditutup perban dan belum boleh dibuka oleh tim dokter yang menangani kecelakaan saya. Semua serba gelap, dan gelap," ujar Syanni O (50 tahun) bercerita kepada wartawan BeritaRayaOnline usai turun dari mimbar membawakan Khotbah berupa Kesaksian  berjudul "Apakah Engkau Meninggalkan Aku ?" dengan ayat bersahutan Yesaya 53 :2-6 dan ayat inti Yohanes 3 :16 di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Jatinegara, Jakarta Timur, Sabat (Sabtu siang, 29 Maret 2014). Hari itu Syanni 0 datang bersama jemaat Pondok Berkat yang merupakan  Cabang Sekolah Sabat Konference DKI Jakarta.

Akhirnya, melalui sebuah perjuangan yang panjang berupa tindakan medis dari tim dokter, Syanni O harus melakukan 20 kali tindak operasi baik di wajah maupun di mata.'Di ujung pengharapan saya akan kesembuhan, tiba-tiba waktu saya ke kamar kecil di rumah sakit, saya berjalan tak normal. Tabrak sini, tabrak situ. Barulah saya tahu bahwa kedua kelompok mata saya telah buta.Ya, akhirnya saya jadi seorang tuna netra. Saya menangis sejadi-jadinya. Saya stress berat. Dalam keadaan shock berat karena mengalami kebutaan saya tak mau bunuh diri, tetapi rasanya saya sudah siap hari itu kalau Tuhan mau ambil nyawa saya," katanya.


Namun, rencana Tuhan memang indah.Dua puluh enam tahun kemudian Syanni O baru tahu kenapa ia mengalami kecelakaan sampai kedua kelompok mata buta akibat kecelakaan."Kita harus tahu rencana Tuhan. Setelah 26 tahun saya baru tahu apa itu rencana Tuhan. Ternyata, bahwa saya harus melayani Tuhan," ucap Syanni O pernah jadi diakoness GMAHK Remidi Pasar Minggu seraya mengutip Firman Tuhan kesayangannya dalam Filipi 4 : 13: Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Wanita lulusan Akademi Sekretaris AMI/ASMI Jakarta ini lalu bercerita lagi akibat tindak operasi sebanyak 20 kali sungguh berdampak kepada kesehatannya. Karena seringnya disuntik obat bius anestasi -bahkan disuntik obat bius di telinga sebelah kanan- saat ini Syanni 0 mengaku fisiknya amat lemah dan tak kuat lama-lama berdiri."Kalau rahang atas dan bawah dibuka, maka keras sedikit wajah saya jadi merah dan perih sekali.Bahkan saat ini telinga kanan saya 60 % tak bisa mendengar lagi," kilah wanita yang dulu sebelum kecelakaan memiliki wajah cantik dan kemayu ini.

Namun, Tuhan itu amat baik.Di saat mengalami kebutaan ada hal yang aneh. Karena selama mengalami kebutaan ia sering bernyanyi-nyanyi memuji nama Tuhan di dalam hati, terjadi keajaiban. Sekarang Syanni O mengaku hapal luar kepala seluruh syair-syair lagu SION. Tuhan memberikan penghiburan kepadanya melalui lagu-lagu SION."Dan, terpenting, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita dalam keadaan apapun.Dalam melayani pekerjaan Tuhan, saya tidak punya cita-cita yang tinggi atau muluk-muluk. Namun, saya mau tunjukkan bahwa dalam pelayanan ini kemana Tuhan mau pakai saya akan menjadi berkat bagi orang lain. Tuhan itu Allah yang kasih dan tahu penderitaan kita. Jangan pernah merasa Tuhan itu jauh dari kita," katanya.

Dulu-sebelum buta karena kecelakaan- Syanni O punya karier bagus di kantor perusahaan farmasi sebagai Sekretaris, didukung pula harta yang melimpah ruah dan wajah cantik."Harta yang banyak apa bisa ganti mata saya. Waktu saya alami peristiwa 'pahit' itukira-kira masih usia 23 tahun punya karier bagus dan harta banyak. Kita memang perlu harta, tetapi harta dan titel itu tak ada artinya. Manusia jangan sombong kalau punya harta banyak. Yang penting dalam hidup kita bagaimana hubungan kita selalu dekat dengan Tuhan."


Musibah 26 tahun mengalami kebutaaan ternyata Tuhan punya rencana indah. Karena alami kebutaan selain pelayanan pekerjaan Tuhan, Syanni sudah melalangbuana ke luar negeri mengikuti berbagai lomba atlet tuna netra dalam Olimpiade Cacat Tingkat Asia-Fasifik mendapat juara III. Tuhan juga memberikan jodoh seorang pria tuna netra -juga akibat kecelakaan lalu lintas- dari Muslim yang kini menjadi Ketua Sidang jemaat Pondok Berkat. Dengan dikaruniai seorang anak, Syanni 0 telah memiliki sebuah usaha dengan mempekerjakan tiga karyawan."Pelayanan saya melalui jemaat Pondok Berkat sudah pernah melakukan pelayanan ke Solo dan Klaten Jawa Tengah, serta ke Jemaat Warakas ,Kiwi, Palem Semi, dan persiapan pelayanan ke Majalengka. Pesan saya biarlah sebagai umat Tuhan kita harus belajar ilmu kerendahan hati ilmu kesabaran, dan ilmu penyerahan diri, berserah selalu kepada Tuhan," pesannya. (lasman simanjuntak/flora ester kolondam)


eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini