Ads


» » » Peserta Pemilu yang Didiskualifikasi KPU Masih Bisa Ajukan Sengketa ke Bawaslu

Jakarta,BeritaRayaOnline.Com,- Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Muhammad mengatakan, peserta pemilu yang didiskualifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih bisa mengajukan sengketa ke Bawaslu.

Artinya, keputusan diskualifikasi terhadap 35 calon anggota DPD dan sembilan parpol di 25 Daerah Batal Sebagai Peserta Pemilu, masih bisa berubah.

"Masih bisa berubah karena Undang-undang mengatakan dalam hal ini keputusan Bawaslu itu final dan mengikat dan bisa berubah kalau ada keputusan Bawaslu," ujarnya usai launching Peraturan Komisi Informasi tentang Standar Layanan dan Prosedur Penyelesaian Sengketa, di Kantor Komisi Informasi Pusat (KIP), Jakarta Pusat, Selasa (18/3/2014).

Muhammad menjelaskan, mekanismenya bagi peserta pemilu yang didiskualifikasi bisa melaporkan ke Bawaslu dalam bentuk sengketa pemilu. Kemudian Bawaslu sesuai dengan Peraturan Bawaslu akan memutuskan sengketanya.

"Mekanismenya kita akan undang KPU dan undang peserta pemilu yang dicoret, misinya substansinya kita akan tanya ke KPU apa substansinya di coret dan yang dicoret tentu akan membela diri. Sifatnya nanti terbuka. Kalau KPU mau merubah keputusan ya clear namanya kesepakatan damai, kalau tidak maka Bawaslu akan menyelesaikan sesuai dengan peraturan Bawaslu yang ada, apakah akan memeguhkan kembali keputusan KPU apakah sebaliknya mengembalikan hak mereka yang dicoret," terang Dosen Universitas Hasanuddin ini.

Dipaparkan pula bahwa penyelesaianya seluruhnya akan dilakukan di Bawaslu pusat. Selain untuk efektifitas waktu, surat keputusan (SK) dari KPU juga mencakup SK untuk semua tingkatan dari Provinsi, Kabupaten/Kota dan Calon DPD sehingga Bawaslu merekomendasikan penyelesaiannya di tingkat pusat saja.

"Jadi caleg-caleg dan DPD itu nanti kita undang ke Jakarta. Sudah ada yang datang dan mau sengketakan, tapi updatenya saya tidak hafal. Undang-undang menyatakan tiga hari setelah mendapatkan surat keputusan KPU mereka bisa menyampaikan sengketa ke Bawaslu," imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan, melalui proses penyelesaian sengketa, masing-masing pihak tentu akan mempertahankan alasannya, dimana KPU akan menjelaskan alasan kenapa didiskualifikasi sementara peserta pemilu juga pasti akan membela diri.

"Jadi banyak hal yang bisa buat keputusan KPU berubah, kita akan lihat alasan-alasan sosiologis, alasan kondisi apa yang dialami kenapa dia terlambat, kita akan lihat semua nanti, tapi saya pastikan tidak ada istilah kompromi," tegasnya.(beritasatu.com/ google.com/jitro k/nelson k/flora/pls)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini