Ads


» » » Kementerian Pekerjaan Umum Selenggarakan Konsultasi Regional 2014



Jakarta, BeritaRayaOnline.Com,-Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyelenggarakan Konsultasi Regional Tahun 2014. Acara yang dibuka oleh Menteri PU, Djoko Kirmanto pada Senin (24/2/2014) tersebut merupakan awal dari Rencana Pembangunan Lima Tahun kedepan atau memasuki tahun pertama dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) ke-3 untuk durasi 2015-2019.

 Menteri PU Djoko Kirmanto memandang Konreg 2014 saat ini akan menjadi momentum yang sangat penting dalam penyiapan rancangan program dan anggaran Kementerian PU mengingat peran dan fungsi strategis APBN 2015 yang akan bersifat transisional dalam menjembatani kesinambungan kebijakan dan program sebelumnya.

“Pertemuan ini juga penting dalam rangka mempersiapkan dukungan PU menuju tahap pembangunan selanjutnya (2015-2019) dalam rangka mewujudkan keberlanjutan pembangunan dan peningkatan daya saing untuk mengejar ketertinggalan dengan negara negara lain,”ungkapnya.

Tema Konreg Kementerian PU 2014 adalah Memantapkan Pembangunan Infrastruktur Pekerjaan Umum dalam Mendukung Peningkatan Daya Saing Perekonomian dan Kesejahteraan. Tema tersebut disesuakan dengan tema Rencana Kerja Pemerintah 2015 yang mengusung, Keberlanjutan Reformasi Pembangunan dan Peningkatan Daya Saing.

Kepada peserta Konreg 2014, Menteri PU memberikan arahan bahwa perencanaan pembangunan infrastruktur PU dan Permukiman kedepan tetap harus memperhatikan lingkungan strategis yang berkembang baik lokal, nasional maupun global. Tantangan besar pada lima tahun yang akan datang adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dan berkualitas secara berkelanjutan.

Pada 2019 diperkirakan penduduk Indonesia akan mencapai 270 juta jiwa dan lebih dari 56 persen akan akan tinggal di daerah perkotaan (BPS, 2013). Masih lebih dari separuh penduduk Indonesia tinggal di Jawa, meskipun telah ada kecenderungan menurun prosentasenya dibandingkan tahun 2010. Koridor Jawa sampai saat ini masih memberikan kontribusi ekonomi terbesar.

Upaya mendorong pusat pusat pertumbuhan diluar Jawa dalam kerangka pembangunan ekonomi dan pelaksanaan MP3EI masih harus dipercepat lagi melalui dukungan infrastruktur PU dan permukiman yang lebih baik. Djoko Kirmanto menilai, pembangunan tidak dapat dipaksakan hanya mengandalkan saja koridor Jawa mengingat kondisi ekologi Jawa yang relatif kritis.

“Upaya untuk mewujudkan lingkungan yang lebih baik dan pencegahan dan pengendalian dampak perubahan iklim serta bencana perlu menjadi pertimbangan dalam penyiapan program infrastruktur,”sebut Menteri PU.



Lebih lanjut, Djoko Kirmanto menyatakan, dengan banyaknya kejadian bencana pada akhir-akhir ini yang terjadi di beberapa daerah serta adanya persoalan konflik terkait pemanfaatan ruang di beberapa daerah maka seluruh jajaran Kementerian PU mengingatkan kembali mengenai komitmen terkait penanganan perubahan iklim global yang termuat dalam Rencana Aksi Nasional Adaptasi Perubahan Iklim dan pengurangan emisi gas rumah kaca.

Dia juga menyatakan, perencanaan pembangunan Infrastruktur PU dan Permukiman lima tahun kedepan perlu memperhatikan hasil evaluasi capaian pembangunan sebelumnya maupun kondisi saat ini serta sasaran maupun target yang belum dapat dicapai dan bersifat wajib sebagai prasyarat dasar untuk menuju pembangunan berikutnya.

Pembangunan infrastruktur PU dan Permukiman juga diarahkan untuk pencapaian sasaran MDG, dukungan terhadap ketahanan pangan, air dan energi, peningkatan kualitas lingkungan dan pengendalian dampak perubahan iklim, mewujudkan pemenuhan infrastruktur dasar dan standar pelayanan minimal di masing masing sektor serta upaya mendorong perkuatan kapasitas daerah.

Sementara itu, dalam penyiapan rencana program dan anggaran 2015, perlu dilakukan pengamanan program dan kegiatan yang bersifat baseline yaitu anggaran yang bersifat wajib atas amanat peraturan perundangan, bersifat rutin, dan harus berkelanjutan dan keselarasan dengan arah pembangunan jangka panjang RPJPN (2025).

Dalam RKP 2014 sudah ada prakiraan maju kebutuhan tahun anggaran 2015 yang dapat digunakan sebagai dasar (base line) yang perlu di adjust kembali sesuai kebutuhan nyata. Penyusunan anggaran 2015 harus dapat memberi ruang bagi prioritas nasional dan direktif presiden atau pemerintahan yang baru.

Pada kesempatan ini, saya ingatkan kembali bahwa dalam menyusun perencanaan program selain harus realitis sesuai dengan kemampuan, juga tidak kalah penting harus disertai dengan komitmen untuk bekerja keras dalam mencapai target termasuk menyelesaikan pekerjaan yang tertunda,” pinta Menteri PU.(lasman simanjuntak)
Foto-foto  :Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline


eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini